Selasa, 22 Januari 2013

Sok-Sokan

Semakin hari rasanya saya semakin sinis. Saya tak suka ini. Sebenarnya. Saya semakin tak suka dengan banyak orang. Daftarnya bisa panjang sekali. Dan saya benci ini. Saya tidak kepingin mneyebarkan kebencian. Saya ingin positif saja. 

Nah berikut adalah beberapa tipe orang yang saya tak suka. Ini pastinya berasal dari pengalaman pribadi. Menjadi teman, atasan, bawahan, bagi orang-orang di sekitar saya. 

1. Orang yang sok bijak. Macam Mario Teguh gitulah. Saya benci karena sepertinya mereka mengerdilkan kehidupan. Seperti kehidupan itu sederhana. Seakan mereka memiliki kunci-kunci untuk segala hal dan masalah. Termasuk dalam tipe ini adalah orang yang sok menjadi "ibu" atau "bapak"semua orang. They're everybody's darling. 

2. Orang yang sok pinter. Ingat ya, sok pintar. Ada banget di sekitar saya. Pinter itu adalah usaha dan takdir. Dan rasanya menyenangkan juga bersama orang-orang pintar. Karena dari mereka kita bisa dapat pengetahuan baru. Kebijaksanaan baru. Tapi orang sok pintar ini jenis spesies yang berbeda. Mereka ini tidak terlalu pintar. Biasa aja. Dan yang lebih parah adalah mereka menganggap kerdil orang lain. Prestasi sedikit tapi ngebacotnya banyak. Bahkan meremehkan orang lain. 

3. Orang yang sok tau. Orang sok tau mungkin saja tau banyak hal. Tapi ada jutaan bakteri di dunia ini. Dan ada ratusan, ribuan berita yang beredar tiap menit. Jadi yakinlah, tak ada orang yang tau segalanya. Sok tau ini jadi menyebalkan karena: (a) mereka cenderung bawel dan pamer pengetahuan. dan (b) mereka seperti menoyor kepala semua orang sambil membusungkan dada, 'nih gue yang paling tahu.'

4. Orang yang sok misterius, sok serius, pemendam-marah, fatalistik, depresif. Orang ini yang jelas menebar aura murung. Jadi biarkan saja. Nggak usah ditegur kalo nggak perlu. Biarin aja mereka larut dalam misteri mereka sendiri. 

5. Sok ganteng dan sok cool. Naudzubillah mindzalik. Tapi ya biarin aja sih. Selama mereka tidak menyenggol saya. Saya tak akan repot mengurus mereka juga 

Nah berbanding terbalik dengan itu, saya malah bisa toleransi dengan orang yang "sok asik." Ini justru aman buat saya. Karena kalau mereka ada di sekitar, saya ga perlu repot bikin bahan obrolan. Karena saya sungguh tak terampil untuk itu 

0 komentar:

Posting Komentar