Kamis, 02 Desember 2010

sumbu pendek

saya pemarah. tidak sabaran. itu rasanya jelas. terang saya mengakui. istri saya di rumah pun saya rasa tak bisa menampik bahwa saya pemarah. saya tidak sabaran.

tapi saya juga sadar. sesadar-sadarnya bahwa marah itu tidak baik seluruhnya. mesti ditekan-tekan sesekali. tidak gampangan. karena kalau keluar begitu gampang, energi negatif marah itu menyebar. dan berdampak buat semua orang. padahal tidak semua orang kepingin terdampak dengan kemarahan kita. nggak semua orang kepingin mendengar orang ngomel-ngomel. karena nggak enak. tidak nikmat, dan membuat tidak nyaman.

nah saya rasa, saya memilih tidak mengeluarkan kemarahan karena alasan yang terakhir tadi. karena tidak ingin membuat orang tidak nyaman. kenapa penting bagi saya mengemukakan alasan itu? itu semata-mata sebab ada juga person yang memilih tidak marah karena tidak enak hati citranya melorot di depan orang lain (tuhan, percayalah saya juga tidak bisa menjamin saya steril dari status terakhir itu).

dan pelajaran tentang marah berserak di sekitar saya. tak harus punya kata. tapi laku tersirat pun bisa diambil hikmahnya. ada orang yang gampang sekali mengeluarkan kemarahan hatta pada hal-hal kecil sekalipun. dan di mata saya dia sedang bertarung memakai pedang naga puspa untuk menghadapi kucing kampung. tentu mengusir kucing kampung cuma membutuhkan sapu lidi. sapu lidi yang telah dipakai untuk membersihkan comberan pun akan klop adanya dengan kebutuhan itu.

dan lebih konyolnya lagi ada orang yang bahkan sebenarnya--menurut pengamatan saya yang picik ini--tidak berhak marah, tapi tetap marah. saya yakin dia tak berhak marah, karena kondisi yang menyebabkan dia marah adalah hasil kerjanya sendiri, bukan karena kebodohan orang lain yang menjengkelkan.

ya ya ya. tentu saja sah-sah saja orang marah. sebab toh nanti baik lagi. sebab toh marah tidak akan berlangsung selamanya.

tapi saya pikir adalah orang bodoh saja yang marah-marah tanpa obyek dan akibat dari kebodohannya sendiri. dan bagian terburuknya adalah dia membiarkan orang lain yang tidak kepingin merasakan energi negatif kemarahan untuk mendengarkan kemarahannya.

saya jadi ingat pelajaran yang diberikan istri: dia akan memeriksa baik-baik alasannya untuk marah. sebab boleh jadi marah itu tidak beralasan. bukankah celaka kalau kita menjilat ludah sendiri? menarik kemarahan yang sudah telanjur keluar, sementara obyek kemarahan itu tak berhak dimarahi.

akhirnya saya hanya menarik napas panjang. berusaha tidak marah dengan orang yang gampang marah dan merusak atmosfer riang. mudahmudahan saya sabar menghadapi orang dengan stok marah segudang. orang yang bersumbu pendek. gampang meledak.

Read more »

Senin, 08 November 2010

bulan ini bulan yang sungguh sibuk buat saya. saya memegang dua proyek di kantor. satu akan selesai pada awal tahun depan. satu lagi akan berakhir pada akhir bulan ini. dua proyek ini berbeda ritme. yang satu agak lambat tapi cenderung birokratis dan rewel. sementara yang satu lagi berirama cepat dan cenderung penuh improvisasi dan sebenarnya berat.

tapi saya senang mengerjakan ini semua. saya menganggap ini pekerjaan yang menantang dan kreatif. meski saya juga kadang cemas: apakah saya proyek ini akan selesai dengan baik. saya hakkul yakin proyek akan selesai. tapi ini bukan perkara selesai atau tidak selesai. tapi perkara proyek itu selesai ditambah perkara selesai dengan memuaskan, minimal mulus dan sesuai standar. dan yang paling penting adalah: bisa saya nikmati. dan bisa dinikmati yang lain juga.

nah saya cuma khawatir perkara kedua dan ketiga itu tidak berhasil saya dapatkan. percuma kalau cape, tapi hasilnya tidak memuaskan. tapi sungguh saya tidak berani mengeluh. menganggap pekerjaan saya ini terlampau berat, karena saya juga hakkul yakin ada pekerjaan yang jauh lebih berat dan jauh lebih menantang tinimbang pekerjaan saya.

sudahlah saya cukup bahagia dengan pekerjaan ini.

tapi itu juga yang menjadi pikiran saya sekarang. akhir pekan lalu, ada lowongan pekerjaan. cukup sesuai dengan posisi saya sekarang. dengan prestise lembaga dan gaji yang tentu lebih tinggi. ketika membaca lowongan, saya langsung tertarik. membaca lebih lanjut detail pekerjaan dan bla bla bla.

setelah membaca, bahkan sempat terpikir untuk langsung membuat lamaran pada awal pekan ini. tapi itu rencana kadung luntur, karena tersedot dengan kesibukan saya di dua proyek tadi. dan saya kembali tersedot ekstasi pekerjaan. bertemu dengan orang, menguji dan menemukan ide-ide baru, berusaha sekuat tenaga agar fokus masih bisa dipegang, tidak bergetar dan bergeser kemanamana.

itu yang kemudian kembali lagi bikin niat melamar pekerjaan baru jadi luntur. bagaimana kalau kenikmatan ini tidak saya dapatkan? bukan takut cape. tapi takut kenikmatan bekerja lenyap dan akhirnya pekerjaan berubah jadi keringat dan cape saja. bagaimana kalau pekerjaan kelak tidak menawarkan variasi? seperti yang saya dapatkan sekarang. sungguh yang saya nikmati adalah karena saya bisa berkreasi dengan sangat luas. bisa mewujudkan citacita, ide ga penting, keluh kesah saya, menjadi kegiatan yang asik. bukankah indah kalau kita bisa mengerjakan ide-ide kita, apalagi dibayar!

kembali ke lowongan tadi. bagaimana jika ini? bagaimana jika itu? bagaimana kalau nanti saya tidak sekantor dengan istri? bagaimana kalau saya pulangnya sering larut malam? bagaimana kalau saya sering bepergian? padahal itu adalah hal di luar teknis, tapi prinsipil, yang saya syukuri keberadaannya.

lantas bagaimana ini. saya masih menimbangnimbang

Read more »

Jumat, 22 Oktober 2010

erwin

hari ini saya akan mengenang erwin. teman saya. iya teman, karena saya malu menyandang status sahabat. sahabat agak intim, sementara saya tidak.

erwin. laki kurus, muka pas-pasan, gaya bicara tak meyakinkan, gigi berantakan, selera humor tak ada. tapi dia adalah teman yang baik. bagi semua orang mestinya. karena tiada satu pun yang keluar darinya yang menyakiti orang. termasuk saya.

saya sering mengalahkannya dalam adu argumen. tapi kami tahu, tiada yang menang dan kalah dalam argumen itu. dan kami mesra kembali.

lama betul kami tak bersua. ada mungkin setahun, dua tahun? entahlah. yang jelas sudah lama sekali. dan terakhir bersapa lewat dunia maya, lewat chatting. dia menyapa duluan. mengajak saya bertemu di rumah kawan lainnya. yang kerap jadi tempat kami berkumpul. saya, erwin, dan teman-teman lain, kebanyakan bekas anggota rohis sma kami.

tidak. tidak berbicara soal agama. bukan forum untuk saling nasihat-menasihati. sekadar forum ngobrol ngelantur apa saja. soal rumah, pekerjaan, kehidupan. dan bukankah kehidupan tak pernah kehabisan bahan buat diobrolkan. hangat. senang. saya selalu mengenang obrolan kami selalu membawa efek senang.

erwin ramah menyapa. saya balik bertanya. dia bilang kita mesti bertemu habis lebaran ini. dia bilang akan mengajak teman lainnya. saya menebak dia ingin nostalgia. saya tak keberatan. hanya saja, saya sudah beristri dan beranak. tak adil rasanya saya menghabiskan waktu agak banyak di luar. jadi saya tanggap enggan saja ajakannya.

dan saya mengutuk sikap enggan saya itu. karena itu adalah percakapan saya yang terakhir dengan erwin. percakapan kami yang lawas itu meluap dengan cepat. saya menyesal untuk itu.

erwin meninggal sehari-dua lalu. kecelakaan. dan saya sedih luar biasa hari ini. saya kehilangan teman. yang sederhana. yang bersahaja. teman yang pada absennya mencabut sebidang kenangan dari hati saya. ada yang mati di situ.

teman yang tak mesti bersua setiap saat. boleh absen menghilang setahun, dua bahkan sampai lima--tapi saya yakin tak akan kekurangan bahan obrolan dan kehangatan saat bersua.

hari ini saya mengenang erwin. teman saya. dalam angin, hujan, dan awan gelisah yang membekap jakarta sampai orang-orangnya gagap bernapas. saya mengenang erwin. dan saya menangis.

Read more »

Rabu, 06 Oktober 2010

soal agama 2

masih soal agama. yang akan saya sampaikan berikut ini adalah salah satu hal yang menjadikan saya agak ragu dengan agama.

kerap kali kalau ada aksi kekerasan, terorisme, dll, semua orang sibuk menyangkal. denial. contohlah yang dilakukan orang-orang jihadis macam imam samudera dan konco-konconya. atau osama bin laden dan cecunguknya yang lain. ketika ada aksi teror dari kaum jihadis ini, maka kalangan islam moderat sibuk menangkal: eits, itu bukan islam kami. itu islam yang menyimpang.

katakanlah yang baru-baru ini melintas di televisi. ya di muka tuan presiden dan tuan-tuan sekalian. sekelompok orang membakar rumah ibadah penganut ahmadiah. atau sekelompok yang lain dengan barbar melarang orang berkumpul--kaum lgbt, orang komunis (meski saya hakkul yakin definisi itu bisa diperdebatkan), dll--bahkan melakukan kekerasan, maka kelompok muslim lainnya juga sibuk menyangkal keterlibatan agamanya dalam aksi keras itu. akidah kaum barbar ini bengkok, begitu katanya. tapi rasanya sulit berkata agama absen di situ.

orang-orang ini, jihadis dan kaum cupet pikiran dan selamanya merasa terancam, adalah bagian besar dari agama. mereka menggunakan referensi-referensi agama sebagai hujjah tindakan yang bodoh dan di luar nalar kemanusiaan. apakah ada yang berani mencap mereka nista dan kafir? keluar dari agama? rasanya tidak.

di surakarta, meski saya hakkul yakin pula tidak semuanya, kaum jihadis disambut bak superhero. akal sehat saya tidak mampu mencerna. maaf.

saya rasa, islam--apa pun labelnya liberal, moderat, bleketek bleketek, mesti mengakui bahwa kaum cupet adalah bagian dari mereka. dan bahwa kaum cupet ini mengambil referensi dari alquran dan sunnah yang sama dengan kaum liberal, moderat, bleketek dan bleketek ini. ini soal yang mesti diselesaikan. yang bermasalah orang atau nash-nya.

di saat yang sama saya juga tidak mampu mencerna penolakan islam mayoritas negeri ini terhadap ahmadiyah. okelah. taruhlah quran mereka berbeda, syahadat mereka berbeda. tapi apakah mereka menganjurkan kekerasan dan peperangan menghadapi orang kafir seperti kaum wahabi-jihadis ini?

Read more »

Selasa, 05 Oktober 2010

soal agama

sebab pada dasarnya saya percaya betul tidak ada manusia yang konsisten. satu-satunya manusia yang konsisten, betapa pun dia akhirnya mendapat predikat superhero, saya pikir akan retak dan rawan pecah di mana-mana. ah ya, mungkin saja nabi bisa konsisten. tapi itu saya pun yakin umatnya sangat sibuk menutup lobang dan membangun cerita mistis dan mitos, agar dia kekal sempurna: konsisten.

dan dasar kepercayaan saya itu: bahwa manusia tidak konsisten, yang akhirnya membuat saya sangsi pada agama. bukan apa-apa, agama mengandaikan semua sempurna. dan ada konsekuensi buat mereka yang tidak konsisten. manusia, tidak bisa tidak, mesti konsisten tanpa cela dan dosa.

okelah ada mekanisme tobat. tapi bukankah itu artinya agama juga mengakui bahwa ada kecenderungan tidak konsisten pada manusia. bahwa kalau kau berbuat nista dan cela, inilah yang harus kautempuh: tobat.

saya kok juga yakin sikap agama mendua. ambil tamsil, soal seksualitas. aktivitas ini terlarang untuk siapa pun yang tidak berhak. siapa itu yang berhak, maka inilah aturannya. maka hakim merentangkan rampai senarai tata cara dan sistemnya. padahal kita sedang berbicara soal seksualitas: hasrat paling purba manusia yang sebenarnya adalah hewan pulak! hewan yang pada fitrahnya tidak ambil permisi ketika hasrat sudah di ubun-ubun kelaminnya.

rasanya agama tidak jujur memandang manusia. selamanya dia akan menjadi subyek aturan, tapi celakanya tidak mendapat pengakuan akan segala keterbatasan, termasuk inkonsistensinya.

Read more »

Senin, 27 September 2010

lessons from the office #3

dahulu saya punya teman. teman ini baik. kualitas pekerjaannya baik. sesuai dengan yang diharapkan dan saya berharap dia bisa menjadi partner yang baik. tapi apa lacur, ada kejadian istimewa nonteknis, di luar ranah profesional. sama sekali tidak ada kaitannya dengan saya.

di awal saya mendapat tugas baru, dan saya sadar kelak saya akan dimusuhi, karena tugas baru itu, maka dia menasihati. saya kira nasihat itu tulus saat itu. dia bilang: 'lakukan saja apa yang perlu dilakukan jika elu rasa itu benar'. maka ramalan saya terbukti.

dan kembali lagi kepada orang yang saya pikir cukup bening memandang situasi. lantas saya pikir dia berubah jadi pembenci. berkoar di mana-mana as if seluruh kantor ini, termasuk saya adalah orang yang jahat.

oh malang sekali. mudahmudahan saya salah tafsir. mudahmudahan sikapnya itu cuma bertebaran di dunia maya saja. sekadar menarik perhatian atau karena tidak ada bahan dan komentar lain yang bisa dikeluarkan selain semua negativitas itu.

saya dulu menghormatinya. sekarang. maaf tidak lagi. biasa saja

Read more »

Kamis, 09 September 2010

saya kembali pada ritme menulis yang sama. mentok. saya berhasil menulis tiga empat paragraf yang sangat berat dalam menulisnya. tapi sampai situ saja. meneruskan jadi sangat berat, tapi kalau mau mempublish, ketika saya membacanya, eh kok ya rasanya ini bukan tulisan yang sedap dibaca. bahkan tidak masuk standar saya.

mungkin karena saya lagi tiris imajinasi dan buntu pikiran. tapi ya sudahlah.

saya kepingin menuliskan soal sekelompok orang yang aneh, karena begitu memuja-muja nilai sentimentil kekeluargaan.

saya kepingin menulis soal, lagi-lagi, pekerjaan saya yang berinteraksi dengan orang dan jalannya tidak mulus.

tapi mungkin kebuntuan saya ini instingtif belaka. ada sesuatu yang menahan tangan saya dari aktivitas ini. setelah membaca-baca draf tulisan yang tak kunjung terbit, mengeduk-eduk ingatan saya yang tadinya kepingin diluncurkan dalam tulisan, dll. saya kok mendapati apa yang saya hendak tulis itu kebanyakan bernada negatif. bernada kemarahan atau ketidakpuasan atau kebencian. meskipun kebencian itu lebih menyasar pada kebodohan atau keburukan. tapi tetap saja. negatif

kenapa saya mesti marah. padahal saya kuat-kuat memegang prinsip "tak perlu marah". di lain kesempatan saya akan cerita lebih banyak soal kalimat "hate is baggage. life is too short to be pissed off all the time" yang saya dapati di sebuah film, dan begitu memesona dan menghunjam keras di otak saya.

negativity.

kadang negativity menular dan membosankan. dan melelahkan.

sudahlah

Read more »

Rabu, 25 Agustus 2010

formulir

baru-baru ini saya mendapat pekerjaan tambahan. menyunting profil finalis kompetisi kewirausahaan. menarik dan asik. hanya saja sulit dalam pengerjaannya. ada banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dari formulir-formulir cenderung beku ini. iya beku. karena mereka tidak bergerak. dan cuma dapat makna ketika saya mencerna perlahan untuk menjaring informasi penting yang hendak saya tuangkan dalam satu paragraf saja. padahal itu formulir berlembar-lembar.

formulir. orang cenderung meremehkan barang yang satu ini. dan merekatkan maknanya pada segudang kesulitan administrasi. tapi siapa sangka formulir ini bicara banyak sekali pada saya. kami rapat sekali bertukar tutur.

oke. pelajaran pertama

1. orang-orang ini demikian hebat. mereka rata-rata seusia saya. bahkan ada yang lebih muda. tapi mereka sudah meraih banyak hal. saya tahu status bisa mengelabui, tapi yang penting adalah mereka rata-rata adalah pemilik usaha kreatif yang mumpuni. saya bisa bayangkan mereka selalu banjir ide dan begitu bergairah dengan kerja mereka. hingga mendapatkan begitu banyak capaian. omsetnya ada yang bahkan mencapai lima miliar rupiah per tahun. saya tak akan detail menjabarkan profesi mereka. tapi saya berkaca. apa yang sudah saya capai di usia segini.

2. mereka pekerja kreatif yang sangat solid. mereka selalu dikelilingi tim yang sangat solid, pekerja keras, dan penuh dengan ide. dan mereka juga tidak takut berbagi keahlian. belajar mendelegasikan mungkin adalah keahlian mereka lainnya. dan rata-rata mereka juga mengalami hambatan begitu ada duri dalam daging. ada satu orang yang tidak cocok dengan irama kerja. ini pelajaran pas buat saya, karena saya kerap menghadapi situasi serupa. mengalami dan melihat kondisi seperti itu. ada orang-orang yang tidak bergairah, tidak kreatif, bahkan tidak senang dengan sistem pekerjaan. pesan moralnya untuk saya, diperlukan tim yang solid untuk menjalankan sistem. dan tim yang solid itu ibarat pernikahan. cocok-cocokan sifatnya. tidak bisa dipaksakan.

3. formulir. seperti yang saya bilang di atas. formulit tidak beku. dia kerap menghadirkan tutur. bahkan tanpa perlu bicara saya rasanya bisa mengenal beberapa aspek, karakter dari si finalis. saya bisa menduga orang ini punya begitu banyak potensi dan keunggulan. tapi mungkin dia tidak mengenal dirinya sendiri. atau terlalu banyak detail penting yang dilupakan dalam hidupnya hingga lupa untuk dipanggil untuk dilekatkan dalam formulir.

saya hari ini mendapatkan begitu banyak pelajaran dari selembar formulir

Read more »

Senin, 23 Agustus 2010

...

jangan pernah membawa pekerjaan kantor ke rumah. sebaliknya, malah kalau bisa bawalah pekerjaan rumah ke kantor.

ya saya tahu itu tidak profesional. Victor teman saya pun mengucapkan kalimat tersebut dalam nada guyon yang kental. Meski pun dia meyakinkan saya bahwa itu kalimat benar adanya. dan dia penganut prinsip tersebut.

tapi baru-baru ini saya belajar, mungkin ada benarnya juga itu kalimat

Read more »

Senin, 16 Agustus 2010

lessons from the office #2

asik bekerja, di belakang saya lantas ada lelaki yang sedang berbicara di telepon. saya tak tahu dan sungguh tak mau tahu apa yang dibicarakan. tapi kerap kali si lelaki ini bilang; "iya bun... iya bun... bunda nggak... siapa, bunda?" gitu deh. saya pikir dia berbicara kepada ibunya. ah anak muda. senang sekali bisa mesra bersama bundanya.

tapi saya salah. setelah memantang kuping, ternyata yang dimaksud bunda tadi adalah atasannya belaka. berjenis kelamin perempuan. dengar-dengar gosip, konon katanya si bos itu adalah orang yang mengayomi. tapi menurut gosip lain, sebaliknya. bodo amatlah. saya mah tidak ambil pusing. bukan itu inti cerita saya. tapi inti ceritanya adalah soal hubungan profesional yang jadi berwarna beda dengan hubungan yang saya sendiri bingung merumuskan jenisnya.

saya yakin di mana pun, ada tipe orang yang seperti itu. orang yang mengayomi, tampak sangat baik. kepingin baik kepada semua orang. menjadi "hero" untuk semua orang. dan pada akhirnya banyaklah orang yang kesengsem sama ini orang. tapi saya bukan salah satu di antaranya. saya tidak mudah jatuh simpati pada orang seperti ini. atas dasar banyak pertimbangan.

yang pertama saya pernah berpengalaman buruk dengan seseorang yang bertipikal seperti itu. pertama-tama saya kasihan betul, padanya karena kok ya mau mengorbankan diri untuk hal yang tidak prinsipil. misalkan menggantikan jadwal orang, menemani orang melakukan tugas-tugas peliputan. bayangkan betapa tidak dewasanya orang yang meminta bantuan (dan menurut saya yang dimintai bantuan juga sama tidak dewasanya) apa dia nggak tahu kalau memanjakan orang itu tidak mendidik? Orang perlu belajar dewasa dan bertanggung jawab dengan pekerjaan profesionalnya. tapi tak lama kemudian rasa kasihan itu mendadak jadi rasa sebal, karena keinginannya untuk menjadi "bunda" bagi semua orang, malah mengalahkan prinsip-prinsip profesional. menutupi kesalahan orang, berbohong. ah saya tak suka. maaf-maaf saja.

yang kedua saya rasa saya tidak suka gagasan heroisme yang dikandung dalam entitas "bunda" ini. bagi saya hampir tiada hero itu. tidak ada orang yang sempurna. dan tidak ada hasil sempurna yang berasal dari ikhtiar gratis--tanpa korban. korban, apa pun itu, perlu diberi pengakuan. dan apakah yang perlu dilakukan orang agar menjadi "bunda"? apakah termasuk menipu perasaan sendiri sampai dengan menipu orang?

kejujuran diapresiasi bung, dan juga nona.

masih terkait dengan urusan tipu-menipu dan pengorbanan, konsep "bunda" ini menurut saya juga agak sakit, sebab dia menindas ruang pribadi. banyak kebutuhan dan ruang-ruang pribadi yang dirampas demi mendapatkan identitas baru sebagai "bunda". padahal saya percaya ruang individual itu harus dipelihara dan dihargai oleh diri sendiri, sebelum berangkat ke ranah interaksi antarmanusia.

barang siapa yang tak menghargai dirinya, dia sulit menghargai orang lain. kalau sudah begitu, bagaimana dia mau jadi "bunda" sesungguhnya.

everyone is bunda for her/himself. no need to argue for that.

Read more »

Jumat, 13 Agustus 2010

sakit

minggu ini kembali lagi terdera sakit. nggak enak. monyonghailah. saya nggak suka kondisi begini, karena rasanya nanggung aja. kenapa nggak sekalian sakit parah *tapi ya tuhan jangan cabut dulu nyawaku*. kan lumayan dapet uang asuransi, saya bisa istirahat total, memutus sejenak siklus hidup yang mungkin terasa membosankan dan melelahkan. ah mungkin saja dalam periode saya terbujur di rumah sakit, karena sakit saja *ya tuhan, saya mohon kepadamu jangan cabut dulu nyawaku* saya mendapatkan pencerahan ke arah yang lebih baik. ah siapa tahu saya menjadi manusia yang bertakwa *ahahahay*.

sementara kalau sakit nanggung seperti ini ya sama saja. badan dan pikiran tidak bisa diajak rehat. tapi mau kerja juga kok ya lemes.

ah agak sedikit heroik, saya mau cerita. settingnya di jakarta *ya iyalah* kurun tengah sampai akhir juli. ceritanya citra diberi tugas ikut konferensi keanekaragaman hayati di bali. seminggu. sebelum citra berangkat, ini badan udah terasa nggak enaknya. tapi ya sudahlah. perjalanan ini sudah dirancang sejak lama.

nah kebetulan juga di kantor saya sedang ada proyek besar. dan kita sedang di ambang pintu eksekusi. nggak mungkin saya nggak masuk. jadilah badan kojor itu dipaksa bekerja dan mengurus anak. untungnya masih numpang di rumah mertua, masih bisa minta tolong jaga-jaga senja. saban magrib atau kondisi ruang terlalu dingin, pasti saya meriang dan badan drop. paling nggak dua kali tengah malam saya menggigil tanpa alasan dan sebab yang jelas *halah monyong, lebay ah*.

tengah minggu, cek darah. ketahuan saya positif salmonella paratyphi BH dengan kadar 1/320. kata mertua, ya mesti minum obat, dan istirahat. saya berasumsi: ah nggak terlalu mengkhawatirkan.

mulai tengah pekan rutin minum obat hasil rekomendasi mertua. dan menjelang pelaksanaan alhamdulilah badan baikan. acaranya sukses.

beberapa hari setelah pelaksanaan, saya bertemu teman-teman Lembaga Bahasa UI. ada seorang ibu, dosen kedokteran dan ada seorang mahasiswi kedokteran juga. jadilah kami berbincang-bincang. saya ditanya sakit apa. saya cerita bla bla bla. lalu sampai pada pertanyaan berapa kadar salmonella paratyphi itu. nah saya bilanglah 1/320. weits mereka langsung bereaksi, itu mah sangat tinggi. yang ditoleransi ya dalam angka belasanlah.

fiuh. saya bersyukur. untung masih belum lewat

Read more »

Kamis, 12 Agustus 2010

lessons from the office #1

sebenarnya ada banyak hal yang saya kepingin tulis sebagai hasil interaksi saya, baik langsung maupun tidak langsung di kantor. ada banyak pelajaran dan renungan yang saya kepingin abadikan di sini.

tapi seperti postingan saya sebelumnya, saya jadi agak nggak enak untuk menuliskannya karena khawatir: bagaimana kalau tulisan saya dibaca sama orang yang bersangkutan. bagaimana kalau dia tersinggung? nah rumit kan?

padahal saya punya pengalaman berurusan dengan orang-orang yang sensi-nya minta ampun. nggak sekadar sensi, tapi juga orang yang nggak pernah belajar untuk mengerem tingkah lakunya yang katro.

ada suatu kali, saya berkomentar si status fb-nya, beberapa saat kemudian saya baru mengetahui kalau saya ternyata di-remove dari list teman-temannya. satu kali lagi saya berkomentar, menyatakan ketidaksetujuan ata pendapatnya yang cenderung bombastis dan serampangan, eh malah dia spaneng. ah repot berurusan dengan orang-orang sensi ini. tapi ya sudahlah. ketimbang menguap maka saya tuliskan saja pendapat-pendapat saya. toh ini blog saya.

* * *

pelajaran pertama dari status fb. ada banyak hal yang bisa ditarik dari status fb orang. sebagian saya nilai begitu cerdas. sebagian ignorant, sebagian lagi norak. dan sebagian lagi agak ceroboh memberikan pernyataan. dan kecerobohan inilah yang bikin saya berasumsi: jangan-jangan orang ini bodoh?

hari ini di status saya jumpai pernyataan begini "yah kuping orang Indonesia kayanya nganggep Smashing Pumpkins tuh udah Rock banget". duile. agak serampangan membuat pernyataan seperti ini.

pernyataan seperti berpotensi besar untuk dibantai dalam ajang kompetisi debat. sangat lemah. meski belum keliatan juga, apa sih argumen penyangganya.

pertama orang indonesia yang mana yang dimaksud dalam kalimat ini? apakah dia bukan orang indonesia? apakah ratusan ribu atau jutaan orang penggemar musik di indonesia semuanya beranggapan smashing pumpkin sudah sangat rock. apakah penggemar metal fundamentalis tidak ada yang menikmati musik smashing pumpkin?

yang kedua. kenapa tolok ukurnya smashing pumpkin? ada apa dengan memilih nama band ini? apakah ada maksud untuk mengatakan smashing pumpkin tidak rock? kenapa tidak mengambil stone temple pilot? atau the killer misalkan?

yang ketiga saya jadi tergelitik, lantas sebenarnya apa definisi rock sebenar-benarnya? adakah definisi rock yang solid?

saya curiga, jangan-jangan pernyataan di atas cuma dikeluarkan dengan aroma permusuhan dan kebencian semata. untuk menjelaskan satu genre musik lebih unggul tinimbang yang lain?

yang keempat, mau tidak mau saya jadi mengira-ngira atas dasar kompetensi apa dia ngomong seperti itu. apa yang keluar dari denny sakrie atau musisi, atau jurnalis musik yang seleranya lebar mungkin saya akan percaya. tapi rasanya pernyataan dari orang yang seleranya begitu-begitu aja dan koleksi musiknya, bisa CD bisa file bajakan, nggak bertambah, ya wassalam dong.

untungnya saya sudah bertobat.

jujurlah padaku, siapakah penggemar metal yang tidak tahu dan mungkin sebagian besar, hapal dengan lirik lagu Isabella Search? bahkan teman saya victor menjadikan isabela sebagai titik tolak memeluk rock menjadi agamanya? dan dia adalah penikmat musik metal dan mariah carey sekaligus.

jujurlah padaku, apakah sehari, 24 jam, seminggu 7 hari, kita bisa menikmati terus musik metal atau musik apa pun yang sama tanpa diselingi dengan musik yang lain? saya kenal dengan banyak orang yang cukup menggilai musik-musik cadas. tapi mereka berpikiran sangat terbuka. masih menikmati musik-musik alternatif. bahkan sebagian lagi masih mengikuti selera musik anak-anak mereka.

pesan moralnya apa? jangan sotoy. dan orang sotoy sangat mungkin kelihatan bodoh. saya sangat yakin tak ada seorang pun yang kepingin terlihat bodoh? atau ada yang kepingin.

pesan moralnya apa? ya santai aja. di musik, seperti halnya cabang kesenian lain, selera oranglah yang jadi nomor satu. apa yang bagus bagi satu orang sangat boleh jadi tidak begitu bagus bagi orang lain. jangan pernah mencap musik seseorang buruk hanya karena kita tidak berselera.

Read more »

Kamis, 01 Juli 2010

postingan baru

betapa banyak postingan saya tertunda, karena setelah ditimbang-timbang saya khawatir isinya akan menyinggung orang lain. tapi rasanya bukan itu yang utama. yang utamanya justru saya khawatir postingan saya--yang adalah pernyataan sikap saya pada saat menulis itu--akan menjadi bumerang buat saya. karena irama laku saya tak sedendang dengan apa yang saya tuliskan itu. karena saya tahu, saya orang tidak konsisten. jadi sangat mungkin melanggar apa yang saya pikir patut dihormati.

nah karena itulah saya nggak jadi menulis postingan ini kembali.

brengsek!

Read more »

Jumat, 28 Mei 2010

sakit lutut

it's getting worse. saya rasa sakit saya di lutut makin parah. memang sih bukan pada tahap yang parah. misalkan lutut saya nyeri luar biasa dengan sekuen waktu yang rapat. tidak seperti itu. tapi rasa sakit, nyeri, dan seperti nyut-nyutan dan bengkak itu makin kerap mampir menggebuk lutut.

saya tidak mau menghubungkan rasa sakit saya dengan aktivitas bersepeda, sepekan sekali, dari rumah ke kantor, yang saya jalani setengah tahun ini secara rutin. karena toh, dahulu saya juga bersepeda dari rumah ke sekolah, tiap hari, dan kadangkadang ngelayap pakai sepeda juga kemanamana. saya memang bukan orang yang sporty, tapi saya juga nggak letoy-letoy amat. sebelum memakai kacamata, saya juga rajin main bola, bulu tangkis dan macammacam.

tapi iya. sakit ini muncul setelah saya bersepeda tadi. hmhmh atau setelah saya naik ke camping ground sarongge di cianjur ya? ada satu kali di antara perjalanan itu yang saya rasa sangat menyiksa. karena lutut luar biasa sakit pada perjalanan turun bukit.

atau sakit ini karena saya terlampau banyak mengkonsumsi obat pereda nyeri, neo-rheumasil namanya. saya telan itu obat ketika saya benarbenar lelah. misalkan setelah bersepeda tadi atau sehabis naik bukit sarongge tadi.

atau rasa sakit ini karena saya kelewat banyak minum alkohol. hmhm rasanya tidak. karena saya tidak pernah mengkonsumsi alkohol sampai benarbenar mabuk. dan saya kok nggak yakin alkohol jadi penyebabnya.

atau karena saya kelewat banyak mengkonsumsi jeroan? oh ya. saya adalah penggemar utama soto betawi dengan garnish berupa paru, babat, iso, dll, saya juga penggemar tongseng, sate padang, bubur depan kantor dengan camilan sate usus ati telur puyuh dan ampela.

ah sudahlah. baiknya saya akhiri saja spekulasi: kenapa saya sakit. karena toh tiada guna. mending ke dokter, mencari penjelasan yang masuk otak, bukan sekadar mengirangira. tapi gimana dong. ke dokter bukan perkara mudah buat saya. pertama saya malas berurusan dengan skemaskema diagnosis dan diagnosis dan diagnosis lanjutan. kedua saya takut biaya lantas membengkak, karena urusan tulang nggak pernah murah rasanya.

tapi saya harus ke dokter. memerangi ketakutan dan kemalasan. motivasinya cuma satu: memastikan masa depan kesehatan saya. saya tidak kepingin saya sakit atau tak sempurna di masa depan kelak. karena saya masih punya banyak waktu di depan. untuk saya habiskan bersama anak saya kelak. saya kepingin nonton konser bareng senja, dan buncoy tentu saja. saya kepingin bersepeda, menjelajah kota, berpetualang ke manamana

Read more »

Rabu, 26 Mei 2010

menulis pesanan

yakinlah menulis itu tidak mudah. paling tidak itu yang saya rasakan hampir dua tiga hari ini. saat saya harus menulis buat buat orang. berdasarkan pesanan. sebenernya sih instruksinya sederhana. pekerjaannya pun, "rasanya" mudah. "cuma" menulis untuk laman digital (web). itu pun nggak banyak. cuma dua tiga halaman saja. dua tiga halaman yang terdiri dari nggak lebih dari 150 kata saja. tapi sumpah. itu adalah pengalaman paling nggak mudah yang pernah saya alami sejak zaman kuliahan dulu. edan.

saya masih ingat episode mengetik. iya dengan mesin ketik--literally. sampai tengah malam. dengan sensasi mules nggak enak di perut. tapi itu zaman sudah saya tinggalkan jauh-jauh. nah sekarang rasanya kaya begitu lagi. brengsek.

awalnya saya menyambut dengan suka cita pekerjaan sampingan ini. sudah lama rasanya saya tidak merasakan sensasi dikejar-kejar deadline, dengan pekerjaan dan tulisan baru. lagian menurut saya, ini kesempatan baik buat saya menambah pengalaman pekerjaan saya, pengalaman penulisan saya. lagian pula ini klien yang menyuruh saya kan lembaga yang sudah nama. nah lantas kurang apa lagi coba?

kesulitan pertama: mungkin saya yang terlalu bodoh, atau tidak cermat menerima instruksi, jadi saya tidak mendapatkan gambaran yang begitu jelas apa yang diinginkan klien ini. biasanya saya sudah mendapatkan kalimat atau kata yang menohok untuk saya tuliskan sebelum aktivitas menulis itu saya lakukan. satu kata, satu kalimat yang "magical" saya percaya adalah cikal bakal tulisan yang baik. dia akan menuntun saya merangkai kata-kata lainnya. dan biasanya karangan itu jadi utuh.

dan itu tidak kejadian ketika saya mengerjakan tulisan ini. begitu kering.

kesulitan kedua: terus terang kapasitas otak saya terbatas. demikian juga daya imaji dan kreativitas. sementara itu, di lain pihak, pekerjaan ini punya kesulitan yang terhitung tinggi. saya disuruh mengolah informasi yang sudah padat dan informatif, menjadi tulisan yang lebih pada dan lebih informatif. huhuhu. habislah saya.

kesulitan ketiga: saya diburu waktu. dan saya adalah penulis (hadoh anzrrottt, tidaaak... saya bukan penulis ampun!!!) yang moody.

jadilah saya menulis satu dua paragraf terus diganti lagi. terus menulis lagi terus dihapus lagi. menulis lima menit istirahat satu jam. terus menulis lagi lima menit, istirahat lagi satu jam. gimana nggak brengsek itu.

oke maka jadilah tulisan yang menurut saya bagus. memenuhi standar saya. dengan mengakomodasi kepentingan pemesan tentu saja.

oke hasilnya. hasilnya adalah.... saya kurang berani berkreasi. saya terlalu berpatok pada bahan yang ada. yang diperlukan sebenarnya sangat sederhana. sebuah tulisan sederhana tanpa emosi. sementara saya kebalikannya. ah edan. saya merasa gagallah dengan proyek ini.

biarlah

Read more »

Senin, 17 Mei 2010

menulis

ada banyak hal yang membuat saya tidak akan mendapatkan kredit apa pun dari ikhtiar tulis menulis. dengan demikian, hampir mustahil pula saya akan diberikan pengakuan--meskipun saya demi tuhan tidak berniat mendapatkan atribut--sebagai penulis. ada banyak perkara. tapi saya kira yang prinsip cuma beberapa. yang pertama otak saya tidak terlalu encer. tidak imajinatif. dan itu membuat saya sulit mendulang material yang baik untuk saya tulis. ada begitu banyak peristiwa yang melintas yang mungkin jadi sangat menarik. tapi begitu melintas di depan saya. blas. itu menghilang. melesap tanpa makna. padahal kalau peristiwa yang sama melintas pada orang lain--yang punya kualitas menulis, mungkin saja itu menjadi material yang sangat solid untuk dituangkan dalam tulisan. singkatnya saya tidak punya kualitas dan cukup bakat untuk menulis.

yang kedua: saya malas. oh ya saudara. kemalasan adalah saya dan saya adalah kemalasan. mungkin saja saya punya ide--yang menurut otak saya yang cekak ini begitu ajaib dan mistis, keren lagi unik tiada duanya--tapi akhirnya ide itu melabur. entah kemana. brengsek. jadi begitulah. singkat kata saudara-saudara saya bukanlah penulis. apalagi yang andal.

dua paragraf yang saya bikin barusan tadi adalah mukadimah dari sebuah pikiran saya tentang ikhtiar menulis. ada banyak hal yang saya pikir patut untuk direkam dalam tulisan. saya dokumentasikan dalam blog, multiply, dll. tapi akhirnya.... (tolong saudara-saudara ikuti saya...) pupus. brengsek.

saya kepingin membuat blog tentang peruntungan ikhtiar saya menanam aneka tanaman sayuran. ada beberapa draf yang sudah saya tuliskan. saya niatkan untuk diposting. tapi brengseknya saya tak punya nyali untuk mengeposkan atau membuat blog baru. saya juga sudah membuat draf beberapa postingan yang tidak serius soal saya yang bersepeda ke kantor, secara rutin, setiap jumat, sejak enam bulan terakhir. tapi draf itu tetap menjadi manuskrip maya saja. tidak beredar sama sekali.

kenapa saya tak punya nyali? mungkin karena watak dasar saya penakut. saya tidak malu mengakui sifat itu. saya bangga memberikan atribut pada diri sendiri sebagai person dengan sifat takut, inkonsisten, dan terserah anda. dan akhirnya saya tulis tiga sifat itu untuk mendeskripsikan diri saya di....friendster (aiih haree geneee).

tapi serius. saya mendapatkan tiga sifat di diri saya itu dengan serangkaian perenungan yang serius. dengan melampaaui pengamatan mendalam bertahun-tahun. bukan dengan mencuplik dari kata-kata mutiara dan quote dari siapa pun--apalagi mario teguh. maaf saya tidak percaya ada orang bijak yang bisa memberikan pencerahan pada orang lain dengan cara massal seperti itu.

kembali pada alasan, kenapa saya tidak memposting, kenapa tidak membuat blog baru. alasan utamanya adalah karena saya takut. saya takut saya tidak konsisten dengan blog itu. padahal menulis di blog mestinya menurut saya dilakukan dengan dedikasi, dan konsistensi. padahal saya tidak seperti itu. saya khawatir blog itu akan bernasib sama seperti blog pertama saya.

tadinya saya ingin mendedikasikan blog itu buat tulisan fiksi saya. tapi belakangan kok ya yang diposting justru serangkaian keganjenan. saya jadi tak suka.

itu bukan blog pertama saya yang bernasib nahas. ada juga multiply program yang saya asuh. sempat aktif beberapa saat. tapi dua tahun ini, rasanya, jadi seperti lemari yang berdebu. tanpa sentuhan, apalagi pelitur baru.

lantas yang terakhir ada blog ini. tadinya blog ini saya niatkan untuk merekam perjalanan saya ke serangkaian negara amerika latin. ini adalah perjalan terjauh pertama yang saya alami. dan saya pikir patut untuk direkam. tapi brengsek. terkutuklah saya yang malas dan bodoh.

tapi lacurlah. dia tak lebih nasibnya dari blog terdahulu.

maka saya menulis di blog ini tanpa arah dan tujuan. saya sekadar ingin menulis. ketimbang tidak sama sekali.

saya masih kepingin menulis biar otak tidak berkarat. saya akan menulis, meski jika harus menanggung malu, bila tulisan di baca belakangan. "brengsek tulisan gue jelek banget". biarlah. saya tidak akan merobek tulisan-tulisan saya karena itu. (oh ya saya memusnahkan dua sampai tiga buku harian personal yang susah payah saya tulis sejak sma sampai bangku kuliah. beberapa di antaranya ditulis dalam bahasa inggris sekenanya.

maka persaksikanlah ya tuhan, berhala, mambang, dan penguasa semesta, jika kau ada. saya menulis

Read more »