bulan ini bulan yang sungguh sibuk buat saya. saya memegang dua proyek di kantor. satu akan selesai pada awal tahun depan. satu lagi akan berakhir pada akhir bulan ini. dua proyek ini berbeda ritme. yang satu agak lambat tapi cenderung birokratis dan rewel. sementara yang satu lagi berirama cepat dan cenderung penuh improvisasi dan sebenarnya berat.
tapi saya senang mengerjakan ini semua. saya menganggap ini pekerjaan yang menantang dan kreatif. meski saya juga kadang cemas: apakah saya proyek ini akan selesai dengan baik. saya hakkul yakin proyek akan selesai. tapi ini bukan perkara selesai atau tidak selesai. tapi perkara proyek itu selesai ditambah perkara selesai dengan memuaskan, minimal mulus dan sesuai standar. dan yang paling penting adalah: bisa saya nikmati. dan bisa dinikmati yang lain juga.
nah saya cuma khawatir perkara kedua dan ketiga itu tidak berhasil saya dapatkan. percuma kalau cape, tapi hasilnya tidak memuaskan. tapi sungguh saya tidak berani mengeluh. menganggap pekerjaan saya ini terlampau berat, karena saya juga hakkul yakin ada pekerjaan yang jauh lebih berat dan jauh lebih menantang tinimbang pekerjaan saya.
sudahlah saya cukup bahagia dengan pekerjaan ini.
tapi itu juga yang menjadi pikiran saya sekarang. akhir pekan lalu, ada lowongan pekerjaan. cukup sesuai dengan posisi saya sekarang. dengan prestise lembaga dan gaji yang tentu lebih tinggi. ketika membaca lowongan, saya langsung tertarik. membaca lebih lanjut detail pekerjaan dan bla bla bla.
setelah membaca, bahkan sempat terpikir untuk langsung membuat lamaran pada awal pekan ini. tapi itu rencana kadung luntur, karena tersedot dengan kesibukan saya di dua proyek tadi. dan saya kembali tersedot ekstasi pekerjaan. bertemu dengan orang, menguji dan menemukan ide-ide baru, berusaha sekuat tenaga agar fokus masih bisa dipegang, tidak bergetar dan bergeser kemanamana.
itu yang kemudian kembali lagi bikin niat melamar pekerjaan baru jadi luntur. bagaimana kalau kenikmatan ini tidak saya dapatkan? bukan takut cape. tapi takut kenikmatan bekerja lenyap dan akhirnya pekerjaan berubah jadi keringat dan cape saja. bagaimana kalau pekerjaan kelak tidak menawarkan variasi? seperti yang saya dapatkan sekarang. sungguh yang saya nikmati adalah karena saya bisa berkreasi dengan sangat luas. bisa mewujudkan citacita, ide ga penting, keluh kesah saya, menjadi kegiatan yang asik. bukankah indah kalau kita bisa mengerjakan ide-ide kita, apalagi dibayar!
kembali ke lowongan tadi. bagaimana jika ini? bagaimana jika itu? bagaimana kalau nanti saya tidak sekantor dengan istri? bagaimana kalau saya pulangnya sering larut malam? bagaimana kalau saya sering bepergian? padahal itu adalah hal di luar teknis, tapi prinsipil, yang saya syukuri keberadaannya.
lantas bagaimana ini. saya masih menimbangnimbang
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.