Senin, 31 Desember 2012

Tahun Baru

Saya sungguhnya tidak terlalu suka dengan mereka yang keras sekali nyinyir dengan perayaan tahun baru. Ini event sekali setahun. Dan apa salahnya dengan bersenang-senang. Memang ada orang terganggu, sampah bertebaran, ledakan di mana-mana, dst. Tapi toh benefitnya juga banyak. Ada ekonomi yang bergerak. Ada tujuh ratus ribu orang sampai satu juta orang di luar sana yang merayakan tahun baru di luar ruang. Tanyalah kepada mereka. Apakah momen tahun baru adalah momen bahagia? Jawabnya mestinya iya. Dan itu berarti. Sudahlah. Tak perlu nyinyir.

Tapi buat saya, tahun baru sepertinya sama dengan malammalam sebelumnya. Saya demam. Kepala saya cenut-cenut. Dan itu membuat malam tadi jadi semakin tak istimewa. Saya tidur. Setelah mengobrol seperti biasa, setelah terkikik dengan komedi di TV. 

Andai pun tak sakit, rasanya tahun baru akan berlalu biasa-biasa saja. Sampai pagi ini. Saya mendapat ucapan selamat tahun dari istri saya. Dan bukankah tahun baru bisa dirayakan, sepurba atau sesederhana apa pun? Ah saya telat. 

Mudah-mudahan tahun depan saya ingat untuk merayakan tahun baru. Saya tak perlu gengsi untuk masuk dan ikut dalam arus besar kebudayaan merayakan tahun baru. Dan yang hampir pasti, saya tidak akan masuk ke dalam barisan nyinyir itu. 




0 komentar:

Posting Komentar