Jumat, 28 Juni 2013

Cwapeeek

Sepekan ini badan rasanya rontok. Cwape banget. Nyetir antara 3 sampai 4 jam sehari. Ditambah perjalanan KRL plus jalan kaki plus angkot yah kira-kira 1 jam tambahan lagi. Itu rasanya cukup. 5 jam dalam sehari habis di jalan. Kali 5 hari dalam sepakan. Kali 4 lagi dalam sebulan. 100 jam sebulan. 4 hari lebih dalam sebulan, hilang menguap. Meninggalkan ampas di kaki, bahu, dan punggung. Belum lagi hati.

Tapi apa boleh buat. Ini mesti dilakoni. Demi aktualisasi diri, demi kontribusi buat manusia lain, demi cari uang juga. Ah  mestinya urutannya di balik.

Tapi asli ini cwapeee sekali. Dan karena itu saya agak ngeri membayangkan apa dampak kecapekan ini buat saya. Tadi pagi saya hilang kontrol. Berseteru dengan sopir angkot. Ah, mudah-mudahan ini bukan manifestasi capek. Mudahmudahan ini cara tubuh beradaptasi untuk sementara. Selanjutnya mudahmudahan lebih baik.


Read more »

Rabu, 26 Juni 2013

Aktivis?

Saya kembali lagi ditakdirkan untuk bekerja bersama orang-orang hebat. Bos saya adalah bos PRD era awal sekali. Rekan kerja saya adalah aktivis yang cukup tenar namanya. Sementara itu orang yang sebelumnya, yang saya gantikan sekarang adalah aktivis tahun 80-an. Coba, gimana nggak minder?

Saya juga kenal rekan saya yang satunya lagi. Kebetulan kami samasama satu almamater. Anak sastra juga dia. Dia bilang dia kayanya nggak kenal ada aktivis dari Sastra. Saya anggap ini pendapat yang instan saja dan cenderung keliru. Meski saya juga tak cukup kenal apa memang ada anak sastra menjadi aktivis kesohor? Bagaimana dengan Rieke?

Tambahan pula dari dialog kami seterusnya muncul pertanyaan bernada guyon seperti ini: Apa ada aktivis dari Betawi? Rasanya nggak ada. Hehehe.

Lantas konyolnya saya semacam ditinggalkan konklusi, apakah saya seorang aktivis juga? Ah, sungguh tidak. Sumpah rasanya tidak. Saya pernah jadi jurnalis, itu iya. Saya pernah hidup dan bekerja di lembaga yang menjunjung tinggi kebebasan dan kemanusiaan. Tapi ya saya membatasi kapasitas saya di situ saja. Saya bekerja di situ. Dapat uang dari situ. Bukan aktivis. Tapi ya pekerja.

Di tempat saya yang sekarang juga demikian. Saya tidak mau jumawa menjadi aktivis di sini. Saya bekerja di sini. Dapat gaji dan menjalankan administrasi. Tapi saya mendadak jiper, mendengar informasi: dari dulu kantor ini tidak pernah buka lowongan secara umum. Biasa cuma beredar dari mulut ke mulut. Dari aktivis ke aktivis lainnya.

Ah... saya cuma pekerja...

Read more »

Rabu, 19 Juni 2013

Wow

Edan. Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Tapi itu bukan berarti hidup saya lempeng-lempeng saja. Sebaliknya, ada banyak sekali perubahan. Entah baik, entah buruk. Semuanya jadi satu. Saya sudah tidak lagi bekerja di Bandung. Itu satu hal. Habis itu saya menjalani kehidupan sebagai freelancer. Dan itu rasanya tak juga terlalu enak. Penghasilan berkurang drastis.

Saya mendapatkan pekerjaan baru di Jakarta. Puji semesta untuk itu. Pekerjaan yang masih inline dengan hasrat saya yang mesti berdekatan dengan akal sehat dan ikhtiar merawat kemanusiaan. Saya kembali lagi bekerja dengan orang-orang yang tidak sekadar biasa saja. Dan puji semesta untuk itu lagi.

Apa yang bisa saya katakan dari roller coaster ini? Entahlah. Tapi satu hal yang pasti, saya semakin menghargai waktu saya bersama anak saya. Bersama keluarga. Saya benar-benar tak mau kehilangan banyak waktu bersama Senja. Dan pekerjaan saya sekarang tidak sefleksibel dulu. Tak ada lagi antar-jemput dan main di siang hati, yang sempat saya jalani selama kurang lebih sebulan lewat.

Itu satu hal.

Apakah saya menikmati pekerjaan ini. Mungkin iya. Separuh bilang iya. Karena pertimbangan tadi: Dia dekat dengan akal sehat dan ikhtiar merawat kemanusiaan. Tapi apakah ini passion saya? Entahlah. Saya belum bisa mengatakan mengorganisasi program sebagai passion saya.

Dan marilah kita buka lagi lembar baru ini.

Semoga semesta bersama saya.

Read more »

Selasa, 11 Juni 2013

kenapa nggak bisa nulis di bagian body blog ini ya

Read more »