Tugas perdana saya yang kelihatannya "simpel" adalah mencari person hebatuntuk mendapatkan anugerah. Kira-kira begitulah. Saya didraf beberapa nama dari teman. Tugas saya ya mencari data detail orang-orang ini. Saya sudah kenal beberapa di antaranya.
Dan terus terang, saya rasanya nggak sreg dengan nama-nama ini. Cuma satu yang kelihatannya "yaaah... hmhm okeee..". Sementara dua lainnya yang lainnya menurut saya kok ya biasa saja. Yang pertama ini adalah aktivis. Dia koordinator sesuatu lha. Beken. Bahkan saya pernah mengundang ybs untuk diskusi internal kantor. Namanya sering menjadi narasumber untuk media massa nasional. Organisasi yang dia pimpin bahkan membawahkan paling tidak dua organisasi yang menurut saya juga lumayan lantang.
Nah tapi menurut saya kok ya aktivitas ybs tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat yang katanya dia wakili. Saya, paling tidak dari penelusuran Internet, tidak menemukan dampak aktivitasnya pada masyarakat. Nah menurut saya yang bersangkutan tidak terlalu layak.
Tapi kemudian bos saya yang baru ini, kalo menurut saya sekilas, orangnya cukup humble, membalikkan prasangka saya. Saya malu sendiri sebenarnya. Tapi saya merasa tidak dipermalukan dengan insiden ini. Kata si bos, coba dieksplore lagi data yang bersangkutan. Siapa tahu berjaringan ini adalah sesuatu yang baru dan baik untuk memperjuangkan petani yang selama ini diperjuangkan oleh ybs. Hmhmh, benar juga.
Saya menskip profil orang kedua, karena tak ada waktu yang cukup. Tapi lagi-lagi kalau menurut saya orang kedua ini nggak terlalu cocok. Karena anggapan sementara saya, aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas para hipster masa kini. Untuk ganjen-ganjenan saja. Sekadar gincu untuk kelas menengah. Tapi ya syukurlah tidak dibahas.
Nah yang ketiga ini adalah aktivis animal welfare. Saya suka kucing. Dan saya sungguh mendukung para konservasionis itu. Pun mereka yang mengurus domestic animal welfare. Tapi yang kurang menurut saya adalah persentuhan bidang ini dengan manusia. Tak ada impact langsung terhadap manusia. Kira-kira begitulah argumen saya, yang mungkin terkesan agak mengecilkan peran aktivis ini.
Nah lagi-lagi saya kena batunya. Si ibu, bos saya itu bilang. Coba "dieksplore" lagi. Yang dilakukan orang ini menurut doi sebenernya adalah mengubah mindset manusia dalam memperlakukan hewan. Dan itu juga perubahan yang baik. Dwerrrr. Nelen ludah lagi. Malu lagi, meskipun jauh sekali dari kesan dipermalukan.
Dan hebatnya si doi mengambil kesempilan begitu ya dari keterangan saya sendiri. Saya bilang kalau aktivis ini pernah menggelar kampanye menentang sirkus lumba-lumba. Padahal mainstream bilang sirkus itu untuk pendidikan, agar kita cinta pada hewan itu. Saya bilang aktivitas ybs juga termasuk adopsi hewan telantar dan jangan beli pet! Nah padahal mainstream bilang kalo mau beli hewan peliharaan pergilah ke toko binatang peliharaan.
Ah saya belajar banyak dari si ibu. Berpikir out of the box itu nggak ajaib-ajaib amat. Sederhana aja. Berpikir positif dan mengeksplorasi kebaikan orang.
Hmhmhm
Read more »