Selasa, 27 Agustus 2013

Untuk kemarin dan hari ini

FUCK.  habis ini apalagi?

Read more »

Kamis, 22 Agustus 2013

Frustrating

This is really frustrating. Sepertinya tesis saya betul-betul terbukti. I'm really not good at something that I thougt I'm good at.

Kemarin ceritanya saya diberi kesempatan untuk bacain skrip untuk dokumenter. Saya okein karena duidnya lumayan. Dan tentu saja, dengan anggapan saya bisa membaca skrip dengan baik. Dan ternyata susah. Skrip yang biasanya saya baca dalam waktu 15 menit maksimal, molor menjadi hampir dua jam setengah. Itu pun saya masih belum yakin bagus hasilnya.

Dan terbukti. Masih harus take ulang. Brengsek. Kurang kecepatan, kurang penekanan, kurang tone, dll.

I know this is a very natural process. And I should not take this matter personally. This is only a job. And I have to move on right away. But still. It hurts me. I do not hate the job. But knowing that you're not really good. Not that good. Or even you're not good at all. Ah. Shit.


Read more »

Rabu, 14 Agustus 2013

I do

Really hate this job. At least for now. Spending almost 18 hours of my life for work? That is just insane. Let's not called it life then.


Read more »

Bodoh

Saya merasa betul-betul pandir sekarang. Semakin lama saya belajar, semakin saya merasa tidak mampu berpikir sistematis, analitis, dan tis tis yang lain. Sungguh saya merasa tak berbakat sebagai penulis. Apalagi penulis ilmiah.

Saya sungguh kacrut

Read more »

Selasa, 06 Agustus 2013

Pikiran aneh

Malam-malam, di tengah deadline dan tugas kantor, timbul pikiran yang bikin mules seperti ini: Bagaimana jika saya tidak bertemu istri saya dan menikah dengannya? Betapa menyedihkannya kehidupan saya.

Read more »

Jumat, 02 Agustus 2013

Format ulang

Kemarin sempat terpikir seperti ini. Apa sebaiknya saya memformat ulang karir saya? Saya merasa tidak terlalu terampil menulis. Tidak terlalu kuat mengedit, tidak terlalu baik dalam menata hubungan dan pekerjaan untuk menjadi Program Officer. Hhhhh.

Saya kepingin hal yang simpel. Yang nggak pake otak, meskipun tiada pekerjaan di dunia ini yang tidak pakai otak.

Tapi bener deh. Terpikirkan menjadi si Joni yang mengantar film ke sana ke sini. Atau menjadi tukang kebun yang mengurus tanaman. Tapi itu tidak realistis bukan?

Yang agak realistis adalah saya misalkan sempat terpikir untuk beli kamera. Belajar fotografi. Saya rasanya punya minat kuat untuk itu. Lagian selera  saya nggak jelek-jelek amat. Tapi pikiran kedua bilang, buat apa? Mau cari kerja pakai fotografi? Terlalu banyak orang yang terampil mengambil dan mengolah foto di sana. Jadi buat apa?

Atau menjadi desainer (grafis). Tapi saya tidak jago gambar. Dan itu membutuhkan fasilitas komplet. Sementara saya tidak punya.

Ah..... berat sekali hidup ini.

Read more »