baru-baru ini saya mendapat pekerjaan tambahan. menyunting profil finalis kompetisi kewirausahaan. menarik dan asik. hanya saja sulit dalam pengerjaannya. ada banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dari formulir-formulir cenderung beku ini. iya beku. karena mereka tidak bergerak. dan cuma dapat makna ketika saya mencerna perlahan untuk menjaring informasi penting yang hendak saya tuangkan dalam satu paragraf saja. padahal itu formulir berlembar-lembar.
formulir. orang cenderung meremehkan barang yang satu ini. dan merekatkan maknanya pada segudang kesulitan administrasi. tapi siapa sangka formulir ini bicara banyak sekali pada saya. kami rapat sekali bertukar tutur.
oke. pelajaran pertama
1. orang-orang ini demikian hebat. mereka rata-rata seusia saya. bahkan ada yang lebih muda. tapi mereka sudah meraih banyak hal. saya tahu status bisa mengelabui, tapi yang penting adalah mereka rata-rata adalah pemilik usaha kreatif yang mumpuni. saya bisa bayangkan mereka selalu banjir ide dan begitu bergairah dengan kerja mereka. hingga mendapatkan begitu banyak capaian. omsetnya ada yang bahkan mencapai lima miliar rupiah per tahun. saya tak akan detail menjabarkan profesi mereka. tapi saya berkaca. apa yang sudah saya capai di usia segini.
2. mereka pekerja kreatif yang sangat solid. mereka selalu dikelilingi tim yang sangat solid, pekerja keras, dan penuh dengan ide. dan mereka juga tidak takut berbagi keahlian. belajar mendelegasikan mungkin adalah keahlian mereka lainnya. dan rata-rata mereka juga mengalami hambatan begitu ada duri dalam daging. ada satu orang yang tidak cocok dengan irama kerja. ini pelajaran pas buat saya, karena saya kerap menghadapi situasi serupa. mengalami dan melihat kondisi seperti itu. ada orang-orang yang tidak bergairah, tidak kreatif, bahkan tidak senang dengan sistem pekerjaan. pesan moralnya untuk saya, diperlukan tim yang solid untuk menjalankan sistem. dan tim yang solid itu ibarat pernikahan. cocok-cocokan sifatnya. tidak bisa dipaksakan.
3. formulir. seperti yang saya bilang di atas. formulit tidak beku. dia kerap menghadirkan tutur. bahkan tanpa perlu bicara saya rasanya bisa mengenal beberapa aspek, karakter dari si finalis. saya bisa menduga orang ini punya begitu banyak potensi dan keunggulan. tapi mungkin dia tidak mengenal dirinya sendiri. atau terlalu banyak detail penting yang dilupakan dalam hidupnya hingga lupa untuk dipanggil untuk dilekatkan dalam formulir.
saya hari ini mendapatkan begitu banyak pelajaran dari selembar formulir
formulir. orang cenderung meremehkan barang yang satu ini. dan merekatkan maknanya pada segudang kesulitan administrasi. tapi siapa sangka formulir ini bicara banyak sekali pada saya. kami rapat sekali bertukar tutur.
oke. pelajaran pertama
1. orang-orang ini demikian hebat. mereka rata-rata seusia saya. bahkan ada yang lebih muda. tapi mereka sudah meraih banyak hal. saya tahu status bisa mengelabui, tapi yang penting adalah mereka rata-rata adalah pemilik usaha kreatif yang mumpuni. saya bisa bayangkan mereka selalu banjir ide dan begitu bergairah dengan kerja mereka. hingga mendapatkan begitu banyak capaian. omsetnya ada yang bahkan mencapai lima miliar rupiah per tahun. saya tak akan detail menjabarkan profesi mereka. tapi saya berkaca. apa yang sudah saya capai di usia segini.
2. mereka pekerja kreatif yang sangat solid. mereka selalu dikelilingi tim yang sangat solid, pekerja keras, dan penuh dengan ide. dan mereka juga tidak takut berbagi keahlian. belajar mendelegasikan mungkin adalah keahlian mereka lainnya. dan rata-rata mereka juga mengalami hambatan begitu ada duri dalam daging. ada satu orang yang tidak cocok dengan irama kerja. ini pelajaran pas buat saya, karena saya kerap menghadapi situasi serupa. mengalami dan melihat kondisi seperti itu. ada orang-orang yang tidak bergairah, tidak kreatif, bahkan tidak senang dengan sistem pekerjaan. pesan moralnya untuk saya, diperlukan tim yang solid untuk menjalankan sistem. dan tim yang solid itu ibarat pernikahan. cocok-cocokan sifatnya. tidak bisa dipaksakan.
3. formulir. seperti yang saya bilang di atas. formulit tidak beku. dia kerap menghadirkan tutur. bahkan tanpa perlu bicara saya rasanya bisa mengenal beberapa aspek, karakter dari si finalis. saya bisa menduga orang ini punya begitu banyak potensi dan keunggulan. tapi mungkin dia tidak mengenal dirinya sendiri. atau terlalu banyak detail penting yang dilupakan dalam hidupnya hingga lupa untuk dipanggil untuk dilekatkan dalam formulir.
saya hari ini mendapatkan begitu banyak pelajaran dari selembar formulir