And suddenly I’m thirtythree. Shoot. Am I that old? I mean
thirtythree? For fuck sake, I’m this March. Duh, sepertinya ada perasaan takut
pada saya menjelang usia 33. Entah kenapa. Rasanya banyak kekhawatiran yang
mendera pikiran. Dan itu tidak mudah dipecahkan pada usia 33 ini. Fiyuh. 33.
Istri saya kemarin mendapati banyak sekali uban di kepala.
Pada mulanya ketawa. Tapi kemudian saya sadar, saya sudah demikian tua.
Tapi apa coba yang saya pikirkan coba? Pekerjaan yang tidak
ideal? Keluarga? Rasanya itu baik-baik saja. Hidup saya, yang begitu-begitu
saja?
Tapi saya belum punya pencapaian. Saya belum menulis buku.
Saya belum sekolah lagi. Saya belum punya ini dan itu. Saya belum punya karya
yang patut dibanggakan. Dan itu mengerikan. Apakah saya belum ketemu jati diri
pada usia segini? Itu jauh lebih mengerikan.
Dan tiba-tiba saya 33. Saya takut. Karena hidup di depan
saya rasanya tak akan lebih mudah ketimbang tahun-tahun yang saya lampaui.
Karena saya hidup di realitas sekarang dan masa depan. Di mana ada tagihan,
premi asuransi, investasi, jaminan masa tua, pendidikan anak, kesehatan yang
terus menurun, pekerjaan. Duh hidup. Apakah kau tak bisa lebih ramah lagi.
0 komentar:
Posting Komentar