Selasa, 12 Februari 2013

Waktu di Jalan

Sudah saya duga sebelumnya, meskipun dalam taraf yang biasa-biasa saja, alias tidak terlalu PD, bahwa saya akan produktif menulis di sini. Karena praktis saya tak punya pekerjaan lain. Tinimbang cape menggiring pikiran liar yang negatif, ya menulis sajalah.

Jadi... tadi saya menghabiskan waktu hampir tiga jam di jalan. Nyetir. Jakarta-Buah Batu. Dengan kemacetan saat menuju gebang Cikarang. Dan hujan luar biasa hebat, di paling tidak tiga titik. Dalam perjalanan itu, sengaja saya tak pasang musik. Saya rasanya bosan sekali dengan playlist dan senarai lagu yang ada di HP saya. Saya kepingin mendengar deru! Sebuah keinginan yang tak lazim.

Tapi lontaran berikutnya yang menurut saya sangat berharga dalam perjalanan itu adalah ini: Menyetir itu pekerjaan paling bodoh. Betapa tidak. Ketika menyetir saya tak bisa menyambi apa pun. Tak bisa berkhayal karena harus fokus. Tidak bisa rileks, karena taruhannya adalah nyawa. Kita dipaksa untuk konsentrasi pada hal yang tidak menambah kualitas hidup kita!

Betapa mubazirnya pekerjaan itu. Tiga jam yang luar biasa panjang, untuk hal yang bukan apa-apa.

Dan bersama ada puluhan, ratusan, ribuan orang yang menyetir. Untuk satu jam, dua jam, sepuluh jam berikutnya. Menempuh ratusan, bahkan ribuan kilometer.

Tuhan betapa beruntungnya saya. Tak harus seperti itu. Menghabiskan waktu di jalan.

0 komentar:

Posting Komentar