Kamis, 21 Februari 2013

Menikmati Kebebasan

Saya memang tidak mengutuk-ngutuk situasi setakat ini. Saya di sini, keluarga di Jakarta. Ini pilihan yang harus diambil. Dan semua harus menanggung konsekuensinya saja. Termasuk saya. Tapi saya juga tidak lantas bergembira dengan keadaan ini. 

Ah mungkin ada kelebatan dalam pikiran, saya jadi lebih banyak punya waktu untuk diri sendiri. Bisa menulis, membaca, leyeh-leyeh, berimajinasi, berfantasi. Dan menikmati "kebebasan" saya. Ada bayangan saya bisa keliling kota naik sepeda, atau melempar kaki kemanapun dia menghendaki. Tanpa harus menimbang yang lain. Atau saya bisa kenalan dengan tetangga atau rekan kerja, atau bahkan seorang asing sama sekali. Saya bisa bergabung dengan klub diskusi atau yoga. Atau menikmati kafe dan minuman hangat di tengah dinginnya Buah Batu. 

Tetapi jawabnya tidak. Saya rasanya tidak menikmati semua yang terhidang. Ada banyak alasan. Karena saya tidak selera. Karena saya malas. Karena energi saya rasanya terserap pada pekerjaan. Atau saya terlalu letih, karena memendam rindu sedemikian rupa pada keluarga. 

Ah, hanya karena saya sendiri, itu bukan berarti saya menikmati kesendirian saya. 

0 komentar:

Posting Komentar