Senin, 17 Mei 2010

menulis

ada banyak hal yang membuat saya tidak akan mendapatkan kredit apa pun dari ikhtiar tulis menulis. dengan demikian, hampir mustahil pula saya akan diberikan pengakuan--meskipun saya demi tuhan tidak berniat mendapatkan atribut--sebagai penulis. ada banyak perkara. tapi saya kira yang prinsip cuma beberapa. yang pertama otak saya tidak terlalu encer. tidak imajinatif. dan itu membuat saya sulit mendulang material yang baik untuk saya tulis. ada begitu banyak peristiwa yang melintas yang mungkin jadi sangat menarik. tapi begitu melintas di depan saya. blas. itu menghilang. melesap tanpa makna. padahal kalau peristiwa yang sama melintas pada orang lain--yang punya kualitas menulis, mungkin saja itu menjadi material yang sangat solid untuk dituangkan dalam tulisan. singkatnya saya tidak punya kualitas dan cukup bakat untuk menulis.

yang kedua: saya malas. oh ya saudara. kemalasan adalah saya dan saya adalah kemalasan. mungkin saja saya punya ide--yang menurut otak saya yang cekak ini begitu ajaib dan mistis, keren lagi unik tiada duanya--tapi akhirnya ide itu melabur. entah kemana. brengsek. jadi begitulah. singkat kata saudara-saudara saya bukanlah penulis. apalagi yang andal.

dua paragraf yang saya bikin barusan tadi adalah mukadimah dari sebuah pikiran saya tentang ikhtiar menulis. ada banyak hal yang saya pikir patut untuk direkam dalam tulisan. saya dokumentasikan dalam blog, multiply, dll. tapi akhirnya.... (tolong saudara-saudara ikuti saya...) pupus. brengsek.

saya kepingin membuat blog tentang peruntungan ikhtiar saya menanam aneka tanaman sayuran. ada beberapa draf yang sudah saya tuliskan. saya niatkan untuk diposting. tapi brengseknya saya tak punya nyali untuk mengeposkan atau membuat blog baru. saya juga sudah membuat draf beberapa postingan yang tidak serius soal saya yang bersepeda ke kantor, secara rutin, setiap jumat, sejak enam bulan terakhir. tapi draf itu tetap menjadi manuskrip maya saja. tidak beredar sama sekali.

kenapa saya tak punya nyali? mungkin karena watak dasar saya penakut. saya tidak malu mengakui sifat itu. saya bangga memberikan atribut pada diri sendiri sebagai person dengan sifat takut, inkonsisten, dan terserah anda. dan akhirnya saya tulis tiga sifat itu untuk mendeskripsikan diri saya di....friendster (aiih haree geneee).

tapi serius. saya mendapatkan tiga sifat di diri saya itu dengan serangkaian perenungan yang serius. dengan melampaaui pengamatan mendalam bertahun-tahun. bukan dengan mencuplik dari kata-kata mutiara dan quote dari siapa pun--apalagi mario teguh. maaf saya tidak percaya ada orang bijak yang bisa memberikan pencerahan pada orang lain dengan cara massal seperti itu.

kembali pada alasan, kenapa saya tidak memposting, kenapa tidak membuat blog baru. alasan utamanya adalah karena saya takut. saya takut saya tidak konsisten dengan blog itu. padahal menulis di blog mestinya menurut saya dilakukan dengan dedikasi, dan konsistensi. padahal saya tidak seperti itu. saya khawatir blog itu akan bernasib sama seperti blog pertama saya.

tadinya saya ingin mendedikasikan blog itu buat tulisan fiksi saya. tapi belakangan kok ya yang diposting justru serangkaian keganjenan. saya jadi tak suka.

itu bukan blog pertama saya yang bernasib nahas. ada juga multiply program yang saya asuh. sempat aktif beberapa saat. tapi dua tahun ini, rasanya, jadi seperti lemari yang berdebu. tanpa sentuhan, apalagi pelitur baru.

lantas yang terakhir ada blog ini. tadinya blog ini saya niatkan untuk merekam perjalanan saya ke serangkaian negara amerika latin. ini adalah perjalan terjauh pertama yang saya alami. dan saya pikir patut untuk direkam. tapi brengsek. terkutuklah saya yang malas dan bodoh.

tapi lacurlah. dia tak lebih nasibnya dari blog terdahulu.

maka saya menulis di blog ini tanpa arah dan tujuan. saya sekadar ingin menulis. ketimbang tidak sama sekali.

saya masih kepingin menulis biar otak tidak berkarat. saya akan menulis, meski jika harus menanggung malu, bila tulisan di baca belakangan. "brengsek tulisan gue jelek banget". biarlah. saya tidak akan merobek tulisan-tulisan saya karena itu. (oh ya saya memusnahkan dua sampai tiga buku harian personal yang susah payah saya tulis sejak sma sampai bangku kuliah. beberapa di antaranya ditulis dalam bahasa inggris sekenanya.

maka persaksikanlah ya tuhan, berhala, mambang, dan penguasa semesta, jika kau ada. saya menulis

0 komentar:

Posting Komentar