Rabu, 26 Mei 2010

menulis pesanan

yakinlah menulis itu tidak mudah. paling tidak itu yang saya rasakan hampir dua tiga hari ini. saat saya harus menulis buat buat orang. berdasarkan pesanan. sebenernya sih instruksinya sederhana. pekerjaannya pun, "rasanya" mudah. "cuma" menulis untuk laman digital (web). itu pun nggak banyak. cuma dua tiga halaman saja. dua tiga halaman yang terdiri dari nggak lebih dari 150 kata saja. tapi sumpah. itu adalah pengalaman paling nggak mudah yang pernah saya alami sejak zaman kuliahan dulu. edan.

saya masih ingat episode mengetik. iya dengan mesin ketik--literally. sampai tengah malam. dengan sensasi mules nggak enak di perut. tapi itu zaman sudah saya tinggalkan jauh-jauh. nah sekarang rasanya kaya begitu lagi. brengsek.

awalnya saya menyambut dengan suka cita pekerjaan sampingan ini. sudah lama rasanya saya tidak merasakan sensasi dikejar-kejar deadline, dengan pekerjaan dan tulisan baru. lagian menurut saya, ini kesempatan baik buat saya menambah pengalaman pekerjaan saya, pengalaman penulisan saya. lagian pula ini klien yang menyuruh saya kan lembaga yang sudah nama. nah lantas kurang apa lagi coba?

kesulitan pertama: mungkin saya yang terlalu bodoh, atau tidak cermat menerima instruksi, jadi saya tidak mendapatkan gambaran yang begitu jelas apa yang diinginkan klien ini. biasanya saya sudah mendapatkan kalimat atau kata yang menohok untuk saya tuliskan sebelum aktivitas menulis itu saya lakukan. satu kata, satu kalimat yang "magical" saya percaya adalah cikal bakal tulisan yang baik. dia akan menuntun saya merangkai kata-kata lainnya. dan biasanya karangan itu jadi utuh.

dan itu tidak kejadian ketika saya mengerjakan tulisan ini. begitu kering.

kesulitan kedua: terus terang kapasitas otak saya terbatas. demikian juga daya imaji dan kreativitas. sementara itu, di lain pihak, pekerjaan ini punya kesulitan yang terhitung tinggi. saya disuruh mengolah informasi yang sudah padat dan informatif, menjadi tulisan yang lebih pada dan lebih informatif. huhuhu. habislah saya.

kesulitan ketiga: saya diburu waktu. dan saya adalah penulis (hadoh anzrrottt, tidaaak... saya bukan penulis ampun!!!) yang moody.

jadilah saya menulis satu dua paragraf terus diganti lagi. terus menulis lagi terus dihapus lagi. menulis lima menit istirahat satu jam. terus menulis lagi lima menit, istirahat lagi satu jam. gimana nggak brengsek itu.

oke maka jadilah tulisan yang menurut saya bagus. memenuhi standar saya. dengan mengakomodasi kepentingan pemesan tentu saja.

oke hasilnya. hasilnya adalah.... saya kurang berani berkreasi. saya terlalu berpatok pada bahan yang ada. yang diperlukan sebenarnya sangat sederhana. sebuah tulisan sederhana tanpa emosi. sementara saya kebalikannya. ah edan. saya merasa gagallah dengan proyek ini.

biarlah

0 komentar:

Posting Komentar