Jumat, 28 Mei 2010

sakit lutut

it's getting worse. saya rasa sakit saya di lutut makin parah. memang sih bukan pada tahap yang parah. misalkan lutut saya nyeri luar biasa dengan sekuen waktu yang rapat. tidak seperti itu. tapi rasa sakit, nyeri, dan seperti nyut-nyutan dan bengkak itu makin kerap mampir menggebuk lutut.

saya tidak mau menghubungkan rasa sakit saya dengan aktivitas bersepeda, sepekan sekali, dari rumah ke kantor, yang saya jalani setengah tahun ini secara rutin. karena toh, dahulu saya juga bersepeda dari rumah ke sekolah, tiap hari, dan kadangkadang ngelayap pakai sepeda juga kemanamana. saya memang bukan orang yang sporty, tapi saya juga nggak letoy-letoy amat. sebelum memakai kacamata, saya juga rajin main bola, bulu tangkis dan macammacam.

tapi iya. sakit ini muncul setelah saya bersepeda tadi. hmhmh atau setelah saya naik ke camping ground sarongge di cianjur ya? ada satu kali di antara perjalanan itu yang saya rasa sangat menyiksa. karena lutut luar biasa sakit pada perjalanan turun bukit.

atau sakit ini karena saya terlampau banyak mengkonsumsi obat pereda nyeri, neo-rheumasil namanya. saya telan itu obat ketika saya benarbenar lelah. misalkan setelah bersepeda tadi atau sehabis naik bukit sarongge tadi.

atau rasa sakit ini karena saya kelewat banyak minum alkohol. hmhm rasanya tidak. karena saya tidak pernah mengkonsumsi alkohol sampai benarbenar mabuk. dan saya kok nggak yakin alkohol jadi penyebabnya.

atau karena saya kelewat banyak mengkonsumsi jeroan? oh ya. saya adalah penggemar utama soto betawi dengan garnish berupa paru, babat, iso, dll, saya juga penggemar tongseng, sate padang, bubur depan kantor dengan camilan sate usus ati telur puyuh dan ampela.

ah sudahlah. baiknya saya akhiri saja spekulasi: kenapa saya sakit. karena toh tiada guna. mending ke dokter, mencari penjelasan yang masuk otak, bukan sekadar mengirangira. tapi gimana dong. ke dokter bukan perkara mudah buat saya. pertama saya malas berurusan dengan skemaskema diagnosis dan diagnosis dan diagnosis lanjutan. kedua saya takut biaya lantas membengkak, karena urusan tulang nggak pernah murah rasanya.

tapi saya harus ke dokter. memerangi ketakutan dan kemalasan. motivasinya cuma satu: memastikan masa depan kesehatan saya. saya tidak kepingin saya sakit atau tak sempurna di masa depan kelak. karena saya masih punya banyak waktu di depan. untuk saya habiskan bersama anak saya kelak. saya kepingin nonton konser bareng senja, dan buncoy tentu saja. saya kepingin bersepeda, menjelajah kota, berpetualang ke manamana

0 komentar:

Posting Komentar