Kamis, 10 Januari 2013

Menarik Diri

Barusan makan siang dan bertemu dengan rekan sekantor. Sudah tak lagi satu atap. Sudah lama tak ngobrol. Paling bertegur sapa saja dari jauh. Tapi jangan salah. Nggak ada rasa dendam di antara kami. Malahan dulu pernah sangat akrab. Saya malah pernah dikasih kaset The Smith. 

Jauh sebelum kami berpisah departemen, pisah gedung kemudian, memang sudah ada gap. Antara dia dengan tak cuma saya. Tapi yang lain. Yang lain menandai dia seperti menarik diri dari pergaulan. Segan nongkrong dengan yang lama, apalagi rekan-rekan yang baru. 

Sebagian bilang dia berubah jadi pemalas. Atau sesederhana bekerja saja sesuai argo. Waktunya kerja ya kerja. Waktu pulang ya pulang. Tak ada kreativitas atau upaya lebih untuk berkontribusi di luar kapasitasnya. Ngepas saja. 

Sebenernya saya menandai bukan cuma dia saja yang "menarik diri" dari pergaulan sosial di kantor. Ada rekan saya yang lain, yang juga seperti itu. Paling tidak ada satu orang lagi. 

Nah sebagian orang mungkin mencap negatif sikap itu. Amit-amit, mungkin saya dulu termasuk yang memberikan cap negatif itu pula. Saya berlindung pada tuhan atas sikap seperti itu, karena sangat mungkin saya melakukan hal itu. Karena saya tak begitu betah bekerja dengan orang yang letoy alias pekerja argo begitu. 

Ah celakanya saya. 

Saya rasanya sadar itu tak baik. Menjatuhkan nilai seperti itu. Sebab saya mungkin adalah si A tadi. Dan rekan saya yang lain itu: Pekerja Argo. Saya rasanya, perlahan-lahan berubah menjadi mereka.  Dan adalah tidak fair jika penarikan diri itu semata-mata disebabkan oleh rasa malas. 

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sikap seperti itu. Pada tahap ini saya mencoba menempatkan diri pada posisi mereka. Dan merasakan lebih intens lagi apa yang sudah mengendap dalam pikiran saya. Ah,  mungkin dunia terlalu bawel buat kami. Terlalu banyak omongan sampah di luar sana. Atau kami sadar tidak ada yang bisa kami lakukan untuk berkontribusi. Kami adalah kaum pesimis. Mungkin juga kami sakit hati karena tak mendapatkan apresiasi. Karena melihat yang lain juga tak ada progres. Lihat ada banyak sekali alasannya bukan. 




0 komentar:

Posting Komentar