Rabu, 16 Januari 2013

Kantor Saya

Saya mau cerita tentang kantor saya saja hari ini. Kantor ini adalah kantor paling asik sedunia, menurut saya paling tidak. Sangat tidak obyektif, mengingat saya baru dua kali pindah kantor. Itu pun cuma sebentar-sebentar. 

Kantor ini keren sejak awal. Dan tak pernah establish. Itu yang pasti. Meskipun hubungannya dengan paham anti-establishment masih harus ditelusur lagi. Ruangannya selalu berubah. Demikian juga programnya. Di kantor ini pula saya menjalani bermacam-macam peran. Mulai dari reporter, penerjemah, presenter berita, penulis laporan, mengambil laporan dari rekan-rekan daerah, menjadi mentor buat pelatihan di radio daerah, menjadi produser, menjadi penyiar, mengonsep iklan, memproduksi audio, bernegosiasi dengan narasumber, mengonsep program, sampai jadi supervisor, menangani anak buah. Mulai dari yang kooperatif sampai yang belagu dan sok tau. Ini adalah fase paling dinamis dalam hidup saya. 

Ah, apa lagi. Saya suka karena di kantor ini bermalas-malasan bisa dilakukan dengan santai aja. Saya dan banyak orang di sini bisa teriak-teriak dan bernyanyi pada jam kerja. Nonton youtube. Berlama-lama di sosial media. Update blog. Saya bahkan bermain musik di sini. Ah ini hal menyenangkan lainnya yang bisa dilakukan di sini. Yang penting kerjaan selesai. Kami digaji untuk itu. Bahkan pada masanya, gaji kami adalah yang paling besar untuk perusahaan sekelas. 

Saya bebas berbusana di sini. Meski busana bukanlah hal terpenting. 

Kami bisa menenggak alkohol dan menghirup cimeng bersama bos-bos kami dalam suasana yang egaliter. 

Di saat yang sama, sebagian kami juga ada di baris depan dalam menyuarakan isu kebebasan sipil, keberagaman, keberpihakan pada minoritas dan perempuan. Dan untuk itu saya luar biasa bangga bisa menjadi bagian dari tradisi dan komunitas itu. 

Senang-senang pwoll. Tapi skill dan kepedulian juga pwoll. Kira-kira begitulah.

Apa lagi yang bisa saya sampaikan. Ah saya juga senang dengan teman-teman dahulu. Yang bisa berbagi ide dan paham yang sama. Bisa berbagi kerisauan dan kebahagiaan yang sama. Dan canda yang sama. Itu penting bukan. Dan saya merindukan teman-teman itu. 

Brengsek. Saya sentimentil. Huh



0 komentar:

Posting Komentar