Rabu, 09 Januari 2013

Sendiri

Saya nggak pernah hidup sendirian. Seumur hidup. Parah memang. Tapi saya tidak dalam posisi mengutuki atau menyukuri hal tersebut. Saya anggap sebagai bagian hidup yang mesti saya jalani aja. Ada situasi. Dan saya hidup di situ. 

Tapi ya itu. Saya nggak pernah hidup sendirian. Saya sekolah di SD dekat rumah. Sekitar 10 menit kurang kalau berjalan dari rumah. SMP saya di Galur Sari. Itu pun jalan kaki. Ya sekitar setengah jam jalan sih. SMA juga demikian. Saya sekolah di Kramat Asem. Jalan kaki sekitar setengah jam juga. Kenapa saya memilih sekolah-sekolah itu? Sederhana sekali. Sebab kalau saya bersekolah jauh-jauh itu artinya ada ongkos yang harus dikeluarkan. Saya nggak tega meminta duid sama Emak. Nggak tega. Sepanjang SMP-SMA seingat saya, saya tak pernah meminta uang jajan. Kecuali kalau saya butuh membeli buku atau perlengkapan sekolah lain. Saya tahu diri. Kami orang miskin. 

Saya jajan dari uang upah. Upah menjadi kuli, upah jadi pesuruh, upah jadi apa aja yang penting halal. 

Nah periode sekolah terjauh saya ya ketika kuliah. Saya tidak ngekos. Lagi-lagi dengan alasan: tak punya uang. 

Habis itu saya pacaran. Habis itu menikah. Dari rumah Emak ke rumah mertua. Jadi praktis saya tak pernah sendirian. Tak pernah hidup benar-benar sendiri.

Lantas apa yang jadi soal? Rasanya nggak ada. Rasanya. Hmhmh iya. Kok saya mulai ragu. Apakah saya bisa hidup sendiri? 

0 komentar:

Posting Komentar