Amboy, sudah lama sekali saya tidak mengisi blog ini. Tapi itu bukan berarti tidak ada pikiran yang hendak dituangkan. Cuma lantaran sibuk dengan kehidupan saja yang menjadikan saya tak mengupdate. Ada banyak sekali lintasan di kepala. Dan saya pikir cukup berharga untuk dituangkan di dalam blog. Tapi begitu tiba saatnya, seperti sekarang ini, malah saya lupa apa saja yang mau ditulis.
Pikiran Satu: Baru sekarang ini saya betul-betul perhitungan dengan jam kerja dan waktu libur. Saya menghitung ada berapa hari libur nasional yang saya dapatkan di bulan ini. Jam lima selesai, maka tutup buku, selesai juga pekerjaan ini. Tak ada upaya untuk memperpanjang. Ah mungkin ini karena saya begitu banyak kehilangan momen bersama keluarga.
Pikiran Dua: Kalau kemarin saya sempet googling tentang bisnis lele dan belut--yang kemudian saya gentar sendiri untuk terjun ke dalamnya--sekarang saya mendapati lintasan membuka kedai teh. Ini lantaran kemarin melihat rumah yang disulap jadi rumah makan. Saya terus terang iri. Saya suka sekali arsitektur rumah itu--bergaya rumah di Jakarta atau Bandung di era 70-an. Nah saya kemudian menggoogle frasa kedai teh. Memang tak terlalu banyak kedai yang menawarkan teh sebagai specialtynya. Dan memang ini bikin runyam juga urusannya. Ada sebuah di Bandung yang rasanya ingin saya kunjungi.
Pikiran Tiga: You cant buy happiness. Tapi duit rasanya bisa membuat kebahagiaan. Sesedikit dan sesebentar apa pun. Saya tak menyesal dilahirkan dari keluarga miskin, tapi rasanya juga enak jika punya banyak uang. Ah pikiran ini mestinya melintas karena banyaknya keinginan saya yang rasanya tak akan mewujud. Dalam kasus seperti ini, saya mesti berdamai dengan diri sendiri. Mengikis keinginan dan menggantikan dengan kenikmatan lainnya saja. Toh kata orang kebahagiaan itu sederhana dan bisa dicapai dengan hal-hal yang sederhana. Andai bisa sesederhana itu.
0 komentar:
Posting Komentar