Nggak ada hal yang sepele. Semua punya konsekuensi. Bahkan sekepak sayap kupu-kupu bisa memicu badai. Itu yang saya (sudah) pelajari. Tapi nyatanya terus saya abaikan. Jadilah saya terus-menerus melakukan kesalahan. Yang saya pikir kecil, tapi sebenarnya besar dan prinsip. Dan tiap kali begini, rasanya otak saya jadi mengecil disergap ketakutan. Saya jadi bodoh, kalut, dan takut.
Brengseklah saya. Kepingin menghilang saja. Tapi itu membuktikan kalau saya pengecut. Ah, memang saya pengecut kok. Ya memang. Trus? Ya mending menghilang. Brengsek.
0 komentar:
Posting Komentar