Ini adalah kali kesekian mempekerjakan teman, tentu saja dengan semangat berbagi rezeki dan solidaritas, dengan harapan meringankan pekerjaan pribadi. Cita-cita mulia dan bermanfaat bukan? Mestinya demikian. Tapi apa daya, ini adalah kali kedua cita-cita tersebut tidak kesampaian. Saya capek, karena mesti kerja dua, tiga, empat kali. Karena si bos menuntut pekerjaan berkualitas tinggi. Dua, tiga kali revisi bisa jadi bukan malah jadi versi final.
Ah pegel hati. Membayangkan mesti kerja lagi malam-malam. Demi mencapai target dan tenggat waktu. Nggak enak. Sungguh. Brengsek
0 komentar:
Posting Komentar