Tapi tak sekadar itu, saya membayangkan saya mengambil foto-foto mereka. Menaruhnya di album khusus di Internet. Ah, memang ide ini sangat tidak orisinil. Tapi saya senang membayangkannya. Saya bisa membuat album foto berdasarkan tema, sesuai dengan apa yang saya tangkap dalam kamera.
Lebih jauh, saya membayangkan saya bisa menghadirkan photo-essay mereka. Menangkap metamorfosis mereka dari bangun tidur, bersolek, hingga tampil di stasiun, bergaya di depan rekan kerja, berdesak-desakan di kereta sore, melepaskan segala atribut dan riasan wajah, sampai mengenakan piyama yang nyaman versi mereka.
Buat saya, apa yang mereka lakukan adalah ekspresi yang patut dihargai. Mereka berani berdandan sedemikian rupa tidak dalam ekosistem yang steril--di mall, di kantor, di acara kawinan. Mereka ada di jantung ekosistem Jakarta: di ruang publik, dalam moda transportasi kelas rakyat biasa.
0 komentar:
Posting Komentar