Saya sebenarnya tak gentar kehilangan pekerjaan ini. Cuma saja saya terus terang butuh uangnya. Saya tak masih punya banyak cicilan dan tanggungan. Masih menyumbang untuk kehidupan keluarga ibu saya. Dan itu terus terang membuat saya gentar sekali. Tapi saya harus menghadapi situasi tak enak ini.
Jadi sepanjang pekan kemarin, saya sibuk mengontak teman dan kawan. Mencari lowongan kembali dan mengirimkan lamaran. Situasi yang sungguh tak enak untuk dilakoni. Tapi semua jumawa dan gengsi mesti saya telan.
Ada satu lagi peluang yang sekarang benar-benar saya harus tekuni. Saya harus berkeras melawan kemalasan saya. Saya kepingin membuat naskah buku anak. Beberapa draf sudah saya bikin. Dan saya berharap saya bisa membuat paling sedikit sepuluh naskah dalam waktu sebulan ini. Dan mendapatkan kontrak penerbit. Untuk ini rasanya saya tak kurang teman. Saya yakin mereka bisa membantu saya. Dan kuncinya benar-benar di saya. Jika saya baik dalam membuat naskah, maka mereka pasti bisa membantu saya. Tapi kalau saya buruk, maka sudah pasti mereka takkan bisa memoles saya.
Ah, mudah-mudahan ada jalan.
0 komentar:
Posting Komentar