Ini adalah kali kesekian saya
merasakan breakdown. Atau apapun yang kau mau bilang. Poinnya, saya
seperti laptop dengan ram 512. Tapi saya diberi task ekstra banyak yang
memerlukan prosesor lebih tinggi daripada itu. Hasilnya yang tadi.
Jadi begitulah. Ini juga yang
saya rasakan sekarang. Awalnya saya sudah gentar duluan. Sebab, Senja sudah
kadung tidak menerima pada awalnya. Sebab Senja sepertinya tak bisa seluruhnya
pasrah. Dan sebab juga saya tidak bisa menikmati perpisahan ini. Saya nyaris tak
berenergi di Bandung. Saya tak bisa menikmati kesendirian saya. Sebuah kondisi
yang saya kira saya bakal nikmati. Dan ternyata rasanya hambar, kalau tak mau
dibilang kecut.
Dan rasanya tekanan itu
bertambah kuat sekarang ini. Saya merasa overwhelming dengan pekerjaan ini.
Belum selesai satu urusan, saya diberi urusan lain. Mending kalau gampang. Ini
sungguh berat. Saya merasa tak kapabel melakukannya. Dan ini rasanya merembet
kemanamana. Perasaan tidak kapabel melakukan hal apa pun yang saya kerjakan sekarang.
Coratcoret tak menghasilkan apa pun. Lintasan pikiran tak lantas tertangkap dan
mengkristal. Pendeknya saya tak bisa menangkap dan menulis apa pun.
Saya diminta untuk menurunkan
rencana strategis marketing... Dan komunikasi. Saya betulbetul tak paham soal
ini. Saya diminta berkomunikasi sldengan orang yang sama sekali tak saya kenal,
dengan bahasa yang saya tak mampu berekspresi di dalamnya, membicarakan sesuatu
yang asing, yang saya sama sekali tak punya keterampilan atasnya. Dan ini
benar-benar melelahkan. Dan membuat saya tak berdaya. Saya jadi lelah berpikir. Saya cape.
Betulbetul capek. Sehingga saya kepingin meninggalkan pekerjaan ini.
Yang saya kepingin adalah
segera meninggalkan pekerjaan ini. Meninggalkan Bandung, dan kembali ke
Jakarta. Punya pekerjaan lain. Dan kali ini saya periksa benar-benar agar saya
tak membuat kesalahan memilih lagi.
Seandainya bisa memilih, saat
ini rasanya saya kepingin pekerjaan yang mekanis saja. Tak perlu mikir. Tak
perlu berbincang soal strategi, komunikasi, marketing dan segala tetek bengek
tentangnya.
Saya kepingin berkebun. Saya
ingin menjaga kedai dan berbincang dengan pelanggan. Saya ingin memasak. Saya
ingin menonton film dan berdiskusi. Saya ingin membaca buku dan menulis sedikit
tentangnya.Pendeknya saya sekarang ini
pekerjaan otot saja. Saya bosan dengan pekerjaan yang menggunakan otak.
Sungguh.
Tapi adalah pekerjaan itu di
dunia saya? Rasanya tidak. Saya hidup di dunia yang berkonsekuensi. Saya hidup
dengan tagihan-tagihan dan rencana masa depan. Yang membutuhkan agunan dan uang
yang direncanakan. Saya sudah berkeluarga, meski tak harus jadi kepalanya. Dan
itu butuh kepada komitmen dan tanggung jawab.
0 komentar:
Posting Komentar