Dalam kondisi seperti ini sangat mudah larut dalam emosi. Mudah sekali searus dengan emosi yang ada di hati dan di kepala. Konsisten. Betul itu. Karena apa yang ada dalam pikiran dan hati itu pula yang ada dalam lisan.
Dalam kondisi seperti ini sulit untuk mempertahankan akal sehat, obyektivitas, dan individualitas.
Yang paling enak adalah ikut dalam arus, menurut saja pada emosi, dan nilai kebenaran yang kita pegang.
Dewata, sungguhnya saya berusaha.
0 komentar:
Posting Komentar