Jumat, 07 September 2012

Perubahan

Saya menandai, setakat ini saya tengah mengalami fase kesekian transformasi dalam hidup saya. Dalam fase ini saya lebih positif, lebih tenang, tidak terlalu banyak marah, dst. Meski yang pasti saya masih meyakini: tidak konsisten.
Saya senang dengan transformasi ini. Sungguh senang. Karena ini membuat hidup saya lebih enteng.

Dan yang perlu digarisbawahi adalah proses transformasi ini murni saya petik dari ekstraksi saya terhadap pengalaman saya sendiri. First hand experience. Bukan dengan meminjam kata-kata Mario Teguh, pun nasihat orang lain. Murni saya sendiri. Bukan berarti sombong. Ini pula yang bikin saya semakin yakin bahwa kebijaksanaan dan sikap hidup nggak akan bisa didoktrin dari luar diri. Semuanya harus didapat dari pengalaman diri sendiri. Saya nggak akan mendapatkan konsep luka yang paripurna sebelum saya mengalami luka. Begitulah kira-kira. Dan saya senang transformasi ini membantu saya lebih arif dalam menyikapi hidup saya, pekerjaan saya.

+++

Sekarang ini di kantor saya sedang ada perubahan. Sebagian deg-degan. Sebagian biasa saja. Sebagian agak resisten, dst. Saya? Saya tetap optimistis. Bahkan ketika keputusan yang menurut akal mestinya saya sikapi dengan negatif itu keluar. Ya. Saya rasanya tersingkir dari keputusan-keputusan strategis dalam pekerjaan saya. Meski saya berada di level mid-management.

Saya mestinya sakit hati karena mengalami itu. Tapi sungguh. Ketika menulis ini, saya tidak merasakan aura negatif sedikit pun. Saya tidak punya bibit mengeluh sedikit pun yang bisa berkembang menjadi kedengkian.

Kalau penyingkiran itu belum cukup maka tambahlah ini: pekerjaan saya sekarang lebih bersifat robotik saja. Dan itu pun tak tanggung-tanggung. Bejibun pekerjaannya. Saya mesti menyiapkan banyak hal yang dahulu saya delegasikan kepada bawahan. Yet, saya tetap tidak mengeluh. Dan saya bangga mencatat ini: tak sebiji zarrah pun kekecewaan yang timbul di hati.

Kalau itu juga belum cukup, maka tambahlah ini: ada beberapa orang baru yang sepertinya dipersiapkan untuk menjalankan roda organisasi. Dan kalau sepembacaan saya: mereka menggantikan posisi mid-management yang selama ini saya dan rekan saya jalani. Dan kasarnya, tanpa saya dan rekan saya, organisasi ini akan tangguh menjalankan organisasinya. Karena mereka yang baru datang ini punya skill yang mumpuni. Jauh lebih hebat dari saya.

Nah tak kurang bukan, alasan buat saya superduper kecewa? Tapi sumpah demi Allah, Muhammad, Yesus, Budha, Sang Hyang Widi, saya tidak kecewa. Saya betul-betul menikmati ini semua sebagai perjalanan hidup saya. Ya sudah. Begitu. Dan nikmati.

+++

Sebaliknya saya menjalani tugas baru ini dengan hati lapang. Saya akan bekerja keras untuk memenuhi permintaan bos saya yang baru. Kalau diomelin, ya terima saja. La wong saya yang salah. Kalau diminta pendapat saya akan mengeluarkan yang ada di pikiran dengan seutuh-utuhnya. Kalau diminta ide, saya akan keluarkan ide terbaik zonder mereken. Saya juga akan mengeluarkan inisiatif jika diperlukan. Sungguh saya akan bekerja keras. Tanpa tapi. Tanpa kecuali.

0 komentar:

Posting Komentar