Saya khawatir kewarasan kami berkurang. Dan kami semakin kebas dan toleran terhadap ketidaknormalan. Dan yang lebih parah kami mewakili degradasi ini kepada anak kami. Nauzubillah.
Ingatan saya melayang pada seorang teman di Bandung. Mengenai kenapa dia memilih dataran tinggi di sana sebagai tempat tinggal. Tidak mendekat dengan orang tuanya, maupun mertuanya. Jawaban yang sederhana dan tidak impresif--saat itu: Karena itu rasanya tempat terbaik untuk membesarkan anak.
Duh gusti. Tahan-tahankanlah saya menghadapi Jakarta.
0 komentar:
Posting Komentar